SAATNYA MERDEKA LAGI!

Posted: 25th June 2010 by awan in Artikel

“Demokrasi politik saja tidak dapat melaksanakan persamaan dan persaudaraan. Di sebelah demokrasi politik harus pula berlaku demokrasi ekonomi. Kalau tidak, manusia belum merdeka, persamaan dan persaudaraan belum ada. Sebab itu cita-cita demokrasi Indonesia ialah demokrasi sosial, melingkupi seluruh lingkungan hidup yang menentukan nasib manusia” (Hatta)

 Satu per satu kekayaan bangsa seperti halnya minyak, gas, air, hutan, batu bara, dan emas telah berpindah penguasaan ke perusahaan asing. Perusahaan milik negara (BUMN) pun tinggal menunggu giliran privatisasi –yang kian serupa dengan rampokisasi, asingisasi, dan korporatokratisasi–. Pun, anggaran negara (APBN) terus terkoyak akibat jebakan utang lama, yang selalu harus dibiayai dengan pembuatan utang baru dari luar negeri.

Mengikuti Hatta di atas, maka negeri ini belum benar-benar merdeka.

Akhirnya, telah nyata akibat tergadaikannya kedaulatan ekonomi bangsa. Krisis energi (BBM, listrik, gas, dan batu bara) beriringan dengan parade kemiskinan dan pengangguran di negeri kaya SDA ini. Jelaslah, tidak akan besar dan maju sebuah bangsa sebelum ia sanggup berdiri tegak, sejajar, dan segera berhenti bergantung pada bangsa lain. Pun, tidaklah makmur sebuah negeri jikalau terus-menerus sekedar menempatkan diri sebagai kuli di negeri sendiri.

Kini saatnyalah merajut kembali amanat (cita-cita) proklamasi dan konstitusi pendiri bangsa. Kemerdekaan dan kedaulatan ekonomi yang menjadi ruh ekonomi kerakyatan haruslah digelorakan kembali, agar menjadi cita-cita bersama seluruh elemen anak bangsa. Cukup sudah banyak rasa sakit ini, saatnya merdeka lagi!!

News: Kewirausahaan Untuk Keberdikarian Bangsa

Posted: 24th June 2010 by awan in Artikel

Yogyakarta (24/6), Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menyelenggarakan acara peluncuran Pusat Studi Kewirausahaan (PSKw) yang diselenggarakan di Kampus 2 Mercu Buana Jl Jembatan Merah 84 C Gejayan yogyakarta belum lama ini. Acara yang dihadiri sekitar 50 undangan yang meliputi perwakilan dari Bank Indonesia, BPD, Disperindagkop, LSM, dosen, dan lembaga mahasiswa tersebut bertajuk “Kewirausahaan Untuk Keberdikarian Bangsa”. Acara sekaligus ditandai dengan Bedah Buku Ekonomi Kerakyatan yang menghadirkan Awan Santosa, S.E, M.Sc selaku penulis buku dan dosen dari FE UMBY, Ir. Syahbenol Hasibuan dari Dekopinda DIY, dan moderator Yuni Kurniyatiningsih, SH dari Sentra Ekonomi Kerakyatan (SEKRA).

 Dr. Ir. Wisnu Adi Yulianto, MP selaku Wakil Rektor I dalam sambutannya menyampaikan harapan dengan keberadaan PSKw akan mendukung ke arah terwujudnya UMBY sebagai Kampus Wirausahawan (Entrepreneur University). Dengan PSKw diharapkan UMBY dapat memberikan kontribusi lebih besar lagi dalam upaya membangun kemandirian bangsa Indonesia di berbagai bidang.

Dr. Ir. Bayu Kanetro, MP selaku Ketua PSKw UMBY dalam paparannya menegaskan bahwa PSKw UMBY mengemban misi untuk membangun karakter wirausaha mahasiswa yang kreatif dan inovatif sebagai modalitas berusaha. PSKw juga akan memfasilitasi pengembangan usaha mahasiswa di antaranya melalui dukungan pendanaan, aplikasi Ipteks, kemitraan, pelembagaan, dan pemasaran produk usahanya.

Dalam sesi bedah buku, Awan Santosa, S.E, M.Sc selaku penulis buku menyampaikan bahwa kewirausahaan yang akan dikembangkan PSKw hendaknya berbasis keilmuan dan pararel dengan peningkatan keberdikarian bangsa. Hal ini untuk menjawab persoalan ketidakberdikarian yang dikupas dalam bukunya, ditunjukkan dengan lima sifat ekonomi Indonesia. Pertama, tetap menjadi supplier bahan mentah bagi bangsa (perusahaan) luar negeri. Kedua, masih menjadi pasar bagi produk-produk bangsa (perusahaan) luar negeri. Ketiga, makin menjadi tempat pemutar kelebihan kapital dari luar negeri. Keempat, berbagai produk UU ekonomi yang disusun dan dipesan pihak luar negeri, dan Kelima, menjadi supplier tenaga kerja yang bersedia diupah murah bagi perusahaan luar negeri.

Ir.Syahbenol Hasibuan dari Dekopinda DIY sebagai panelis menyampaikan bahwa kewirausahaan hendaknya dikaitkan dengan upaya pemberdayaan koperasi rakyat sebagai salah satu pilar keberdikarian bangsa. Konsep ekonomi kerakyatan yang tertuang dalam buku yang didiskusikan tersebut dapat menjadi panduan bagaimana keberdikarian bangsa di berbagai lini diwujudkan. Dengan begitu ke depan ekonomi Indonesia tidak lagi rapuh karena terlalu tergantung pada kekuatan ekonomi dari luar. (gandung)

Posted: 15th June 2010 by awan in Artikel

1. Dasar Pemikiran

1)     Salah satu amanat pendiri bangsa bagi republik ini yang termaktub dalam Pasal 33 UUD 1945 adalah dilakukannya revolusi sosial menuju terwujudnya ekonomi kerakyatan, yaitu produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, di bawah pimpinan dan atau penilikan anggota-anggota masyarakat.

2)     Dalam rangka itu, sudah banyak penggagas dan pegiat ekonomi kerakyatan di Indonesia dengan berbagai gagasan dan aktivitasnya masing-masing, tetapi sampai hari ini wujud dan praktek ekonomi kerakyatan belum berkembang luas. Read the rest of this entry »

1. LATAR BELAKANG

Sepanjang perjalanan riset ditemukan fenomena yang menonjol terjadinya kontradiksi di antara organisasi ekonomi rakyat. Sebuah koperasi rakyat di Putat, Gunungkidul berhasil menghimpun kapital demikian besarnya mencapai 7 milyar, tetapi stagnan dalam inovasi bisnisnya, sementara begitu banyak koperasi kecil di desa sekitar penuh dengan mimpi-mimpi dan solusi bisnis, tetapi miskin dalam penguasaan kapitalnya. Padahal di antara mereka hanya terpaut jarak 3 km ataupun 15 menit perjalanan yang begitu terjangkau. Tetapi sungguh jarak kemajuan dan kesadaran demikian menganga lebarnya. Banyak koperasi zonder ko-operasi. Read the rest of this entry »