wah alangkah baik sekali kalau saja semua itu dapat terealisasikan.mudah-mudah an saja semua aspek mendukung hal ini mulai dari pemerintah sampai dengan warga desa itu sendiri.ya..meskipun masih sulit membangun kesadaran akan pentingnya perguruan tingii di desa,ataupun keinginan membangun desa ketika warga desa sudah mengenyam pendidikan di kota..karena masayarakat indonesia pada umumnya lebih mencita-cita kan mengenakan dasi di banding membangun dan mengembangkan sumber daya desa nya sendiri.
pemuda mahasiswa mari bangkitkan, organisasikan dan gerakkan diri kita untuk menuntut hak demokratis kita
mari kita wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat demi masa depan indonesia yang gilang gemilang, tanpa dominasi imperialisme feodalisme dan kapitalis birokrat
wah ide nya keren banget, kebetulan saya punya komunitas di desa yang juga melakukan upaya membangun desa menjadi desa mandiri. beberapa hal yang sulit di desa adalah menciptakan kesadaran yang pak awam ceritakan itu…, Tapi saya sungguh salut dengan ide dasar dari PTdes. Semoga kita bisa berbagi lebih lanjut mas… sukses
aslamualaikum……
dlam keesempatan kali ini saya hanya inigin memberi masukan aja….bahwa semua yang berhubungan dg ekonomi kerakyatan lebih baik direalisasikan lebih spesisifik lagiii,dan bukan hanya sekedar wacana saja….karena apa?mengingat perekonomian indonesia berada dalam tingkat,,,kesenjangan dimana bnyak klaim bahwa ekonomi indonesia lebih maju dan dinamis dari waktu ke waktu….tapi buktinya apa?banyak permasalahan yang hinngga kini belum dan tidak terpecahkan….yang membuat tingkat perekonomian indonesia yang menurut saya cenderung mengalami kemunduran…
sekian dari sya…..terima kasih
waaasalamualaikum,wr,wb
Assalamualaikum wr wb
Dalam hal ini,saya sangat setuju sekali dengan ide tersebut.Karena dengan adanya keyakinan dan semangat yang tinggi,suatu saat harapan akan menjadi kenyataan.meskipun semua itumembutuhkan waktu yang tidak cepat.
Indonesia memang begitu lemah jika dikaitkan dengan kondisi perekonomian.Kehidupan yang sangat berlawanan,dikota yang begitu megah,sedangkan didesa yang begitu memprihatinkan.Dengan didirikannya perguruan tinggi didesa maka akan menbuat kehidupan lebih layak,karena sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi daripada sebelumnya.
sekiranya hanya ini yang dapat saya ungkapkan.
Wassalamualaikum wr wb
maaf sebelum nya!! setelah saya pikir2 saya kurang setuju dengan PTDeS karena di desa yang indah seharus nya terdapat pemandangan berupa sawah dan perkebunan yang indah akan di gusur dengan bangunan bertingkat walaun tujuan nya untuk mencerdaskan putra putri bangsa, coba banyangkan bagaimana nasib para petani kalau lahan nya di gusur untuk hal tersebut mau makan apa kita nanti kalau lahan di desa di jadikan perguruan tinggi!! masa kita harus import beras, jagung DLL., padalah negri indonesia adalah negri yang agraris!! bukankah di kota sudah banyak perguruan tinggi!!
Sebuah apresiasi dengan adanya PT DES sebagai terobosan yang esensial untuk sebuah perubahan yang fundamental tentang sistem ekonomi kita. Dalam rangka untuk menaikan intelejensi masyarakat pedesaan yang belum mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan, PT DES mungkin bisa menjawab permasalahan itu.
Dari artikel yang Bpk tulis ada beberapa pertanyaan yang pengin saya ketahui terkait dengan masalah pendanaan untuk operasionalnya.
1. Langkah apa yang bisa menjamin dana dari pihak2 luar ( LIPI, Diknas dll ) bisa di berikan secara berkesinambungan?
2. Adakah
Apresiasi atas ide adanya PT DES… Sebuah terobosan esensial dalam rangka perubahan fundamental untuk menaikan nilai tawar kaum pedesaan dalam era persaingan seperti skrng ini. Tapi dari artikel yang Bapak tulis ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan.
1. Seberapa jauh PT DES ini menggantungkan kegiatannya dari sumber pendanaan dari pihak luar ( LIPI, DIKNAS, dll ) ?
2. Langkah apa yang dilakukan untuk menjamin kesinambungan PT DES apabila kedepannya, karena satu dan lain hal pendanaan dari pihak luar di hentikan?
3. Apa yang Bpk lakukan jika nantinya ternyata PT DES terhambat oleh sebuah pola pikir masyarakat yg g mau ribet, pengin instant, dan keinginan adanya legalitas dari PT DES untuk masuk ke dalam dunia kerja nantinya?
Atas jawabannya saya ucapkan terimakasih dan Good Luckkkk….
Ginanjar Langen Setiantoro, Akt. 09062038
Adanya PT Des semoga dapat sangat membantu masalah ekonomi rakyat desa.
Kenapa??Karena perguruan tinggi sudah banyak yang melahirkan sarjana – sarjana terdidik,terlatih serta menguasai IPTEK. Akan tetapi bangsa indonesia sampai saat ini masih mempunyai masalah pokok yang berpangkal dari kemiskinan. Dengan adanya PT Des diharapkan rakyat desa dapat lebih menguasai ilmu pengetahuaan dan teknologi sehingga dapat merubah desa tersebut kearah yang lebih baik atau maju. Karena segala kekayaan didesa menjadi pemasok bagi kemakmuran kota.
pak bagaimana cara menangulangi petani yang sesudah mengikuti progam ptdes hasil panennya berkurang dari sebelum iya mengikuti program ptdes??
ok coment sebelum nya saya belum baca artikelnya saya langsung komtar tidak setuju, maaf ya pak?? ehheehheeh ^^V
aslkum…
menanggapi artikel MIMPI NASIONALISASI…
waktu SMA pernah dengar kata2 privatisasi, liberalisasi, nasionalisasi. tapi itu belum terlalu ku pikirkan dalam2. baru setelah duduk di bangku kuliah, aku mulai paham perlahan2 urgensi tsb. yang ternyata banyak menimbulkan efek bagi perkembangan.
BUMN yang sebagian besar telah di privatisasi banyak menimbulkan reaksi bagi kalangan ekonom. UUD 45 telah mengingatkan rakyat untuk menjaga sumber2 alam untuk jangan sampai di kuasai korporat asing, BUMN lah yang harus menguasainya.
Nasionalisasi harus segera di wujudkan demi kesejahteraan rakyat. Kisah di Venezuela dan Bolivia telah memvisualisasikan arti nasionalisasi. meskipun berdampak pada lengser nya pemimpin negri saat itu. Soekarno sudah pernah mengajukan program Nasionalisasi itu, namun yang terjadi, Soekarno justru jatuh.
keberanian Soekarno, hendaknya di contoh bagi birokrat sekarang, nasionalisasi harus segera di realisasikan demi memenuhi janji UUD 45. UUD 45 adalah kiblat yang harus ditaati bagi para pemimpin negri. Indonesia harus punya kebranian dan ketegasan untuk menegakan nasionalisasi.
UU penanaman modal menurut saya merupakan visualisasi liberalisme pemerintah untuk tidak setuju dengan nasionalisasi. Karena pemerintah justru mempermudah korporat asing melakukan penetrasi sekaligus mengakomodasi koporat asing itu di indonesia.
Rakyat hanya berharap dalam menyejahterakan rakyatnya hendaknya menggunakan prosedur yang sesuai dengan amanat konstitusi. Privatisasi harus segera dilawan dengan nasionalisasi. Supya indonesia memiliki stempel ketegasan dan keberanian di kancah dunia.
Jadi….. nasionalisasi harus segera direalisasikan dan ditafsirkan demi menyejahterakan rakyat dengan prosedur yang sudah dibuat (UUD45).
Gitu aja pak, koment dari saya ( maaf kalo secara substansi, barangkali berbeda dengan yang di artikel ) heee.
ArdiyantoAP/08051021/MANAJEMEN/UMBY
Wslkum Wr.Wb
Ar
semoga setiap tujuan dan cita-cita yang di impikan oleh bangsa ini bisa tercapai,dengan setiap kerja keras kita dan semangat juang kita bersama.tanpa kebersamaan dan persatuan negara kita tetap terjajah oleh imperialisme cara baru.
semoga dengan PT des ini bisa mengangkat semangat orang2 desa yang merasa sekarang ini bahwa desa kurang memeberikan kesempatan hidup yang luas.
dengan PT des ini bisa menciptakan inivasi-inovasi baruuntuk menciptakan lapangan kerja dan pengetahuan baru sehingga para pemuda tidak perlu pergi ke kota untuk bekerja.
Assalamu’alaikum wr.wb..
PTDes is a good idea, I agree with this program..Education is complicated problem. If a nation is capable of creating good and quality education, then the nation will prosper, and the majority of citizens will earn enough. In such conditions, people can have a central role in providing education, while state or government only acts as a public policy makers and regulators.
Namun jika bangsa tidak mampu menciptakan pendidikan yang bermutu, dan warga yang kaya terbatas jumlahnya. Dalam kondisi demikian tidak mungkin peran utama pendidikan di tangan masyarakat. Jika itu terjadi, hanya anak orang kaya yang akan mendapat pendidikan yang bermutu, sedangkan mayoritas anak bangsa tidak sekolah, atau harus puas dengan pendidikan kurang bermutu. Lembaga pendidikan swasta dengan sendirinya menuntut bayaran yang sesuai dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu dan itu mahal sehingga hanya anak orang kaya yang dapat menikmatinya.
Jika pendidikkan tidak memadai dalam jangka waktu yang panjang, masalah kurangnya pendidikan akan mencelakakan bangsa. Akan terjadi polarisasi antara golongan kaya yang sedikit dengan golongan miskin yang banyak. Sebab, dalam negara sedang berkembang harus ada peran negara atau pemerintah yang kuat guna menjamin pendidikan bermutu, adil merata.
INTI permasalahan pendidikan adalah kepemimpinan bangsa, tingkat pusat maupun daerah, yang kurang menyadari bahwa pendidikan adalah investasi utama suatu bangsa. Walaupun sering digembor-gemborkan tp jika pendidikan tidak berkualitas, non sense !!!! Tanpa pendidikan yang baik, masa depan bangsa akan celaka. Inilah yang sedang kita alami.
Therefore, let us try the nation’s leadership is aware of the significance of education as a major investment in the nation and are able to create revenue so it can support effectively the implementation of a quality school system and fairly evenly. Hopefully, the big steps of PTDes can be achieved….amiin … ..
Wassalamu’alaikum…
Regard,
tri utami 08061031
asalamualaikum,,,
hahaha,,,lama pak saya ga comment, bukannya saya menghindar setelah mengeluarkan pernyataan yang tidak enak itu tapi hanya saja saya belum menemukan ide yang bagus yang bisa saya sampaikan,,berarti saya punya utang ya pak…??he,,,tapi kini yang mau saya sampikan adalah hal yang sejalan dengan gagasan2 bapak,,setahun yang lalu saya masih merenungi nasib saya yang sungguh berbeda dengan kawan2 saya yang 50% masuk PTN dan PTS yang sangat populer semntara saya hanya kuliah ditempat yang sungguh bagi saya tempat yang angat asing dan terpencil dengan adat yang sangat jauh dari yang pernah saya dapat, tapi seiring berjalanya waktu saya sendiri sadar bahwa sahabat saya yang peringkat satu justru tak dapat melanjutkan kuliah dia kini hanya bekerja di pabrik dan jauh dari kemewahan dan kenikmatan yang kita rasakan kini, dan ban yak keluarga seperti simbah2 sesepuh yang tinggal di tempat saya untuk memberikan dukungan kepada saya bahwasanya orang yang benar2 cerdas dimanapun letaknya pastri akan tetap menjadi mutiara sekalipun nyelip tempatnya, serta orang yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain,,dan kini yang menjadi pertanyaan besar bagi saya atas gagasan bapak adalah bagaimana kita membuat masyarakat desa itu tertarik dengan apa yang kita tawarkan kepadanya, seperti pengalaman orang banyak, setiap kali ada pelatihan yang dilakukan oleh salah seorang yang tinggal ditempat tersebut tidak akan membuat tertarik tetapi saat yang membetrikan pelatihan itu buak orang asli sana maka akan tertarik bahkan mencari – carinya,,tetapi aya yakin bahwa orang2 yang tinggal di desa biasanya malah justru sangat senang dengan adanya informasi baru, karena mereka merasa telah tertinggal sehingga mereka berusaha untuk mencarinya dan akhirnya mereka malah menjadi lebih berkembang dari tempat2 yang pada awalnya telah berkembang dahulu…
itu saja pak wasalam
hehehe, kalo saja banyak yang mengedepankan ide dan berusaha mewujudkan ide tersebut, sayang seringnya kita terbawa arus pragmatisme, andai aku jadi bagian dari penguasa/pemerintahan aku akan ingat nggak ya cita2ku untuk mensejahterakan desa, hmmmm atau akupun akan terjerembab di lubang yang sama, tapi pada intinya saya setuja banget sama ini pendapat, mari kita sama2 berusaha merealisasikan cita2 luhur tersebut
mampir nich…
menarik sekali blog anda dan saya menyukainya..
salam….
oh ya ada sedikit info nich tentang kayu jabon dan bibit jabon semoga bermanfaat…
Assalamualaikum,
pemikiran dan upaya pak awan untuk memajukan kecerdasan bangsa sungguh luar biasa..
sebenarnya jika para pemuda di desa didukung dengan sarana prasarana pasti mereka juga akan termotivasi dan bersemangat dalam menuntut ilmu.saya yakin mereka mempunyai kemampuan yang sama dengan orang kota yang didukung dengan fasilitas yang lengkap.untuk mewujudkan upaya ini memang harus didukung oleh berbagai pihak agar dapat terlaksana dengan baik.contohnya,pemerintah dan rekan rekan.
asalamualaikum wr.wb..
Menurut saya ide bapak sangat mulia, Desa memang harus dikembangkan agar menjadi sesuatu yang baik, yang pada akhirnya dapat menjadi kebanggan bangsa.
Para pemuda desa mungkin selama ini jauh mengetahui akan ilmu yang terus berkembang, maka dari itu Perguruan Tinggi Desa sangatlah dibutuhkan di desa.para pemuda akan mendapat ilmu dari para pengajar dan juga berbagai hal-hal baru yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Keadaan ini akan lebih baik lagi jika ditunjang dengan sarana dan prasarana yang cukup lengkap.dengan begitu pemuda yang belajar didesanya sendiri, sudah pasti akan termotivasi untuk membangun desanya agar menjadi desa mandiri dan maju.
salam sukses..
sabril/10051011
cukup menarik gagasan PTdes..bagaimana jika ada motivator yang berperan di dalam PTdes sehingga masyarakat desa tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi mereka memiliki semangat juang untuk melakukan perubahan bagi desa pada khususnya dan bangsa pada umumnya..

Smoga niat bapak yang mulia ini dapat dukungan dari beribu-ribu pejuang yang sadar akan jati diri negara indonesia yang kaya ini dan akan hancurkan orang-oarang yang munafik lupa akan jas dengan dasinya.
maaf bila agak kurang sopan pak karna orang desa pun juga manusia yang bisa dikatakan lebih bergerak tanpa adanya sokongan uang bahkan bisa berotak jernih di kandang(desa).Meski pemerintah condong untuk memihak kepada ekonomi yang menonjol di kota dengan dalih sangat-sangat mendasar efisiensi dan bubarkan mekanisme pasar.Lalu apakah perubahan jaman yang semakin canggih harus kemasi dan lupakan yang namanya desa?Ini adalah pembodohan dan akan sulit bangkitnya negara ini bila hanya melihat ,, mendengar tanpa adanya pencipta padahal desa itu adalah di mana orang2 yang kaya pekerja keras tanpa adanya alat2 yang canggih.
smoga PTDes bukan hanya mimpi dan angan2 saja ,, amin .. ‘)