1.018 TKI Meninggal selama 2009 Paling Banyak di Malaysia

JAKARTA – Angka kematian tenaga kerja Indonesia (TKI) sepanjang 2009 menyentuh angka yang fantastis. LSM Migrant Care memaparkan, akumulasi angka kematian buruh migran Indonesia di luar negeri 1.018 jiwa sepanjang tahun ini. Angka itu adalah yang tertinggi selama satu dekade terakhir. ”Sebanyak 63 persennya, yakni 683 orang, meninggal di Malaysia,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dalam Peringatan Hari Buruh Sedunia di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, kemarin (17/12).

Selain harus meregang nyawa, banyak TKI yang menjadi korban kekerasan dan penyiksaan. Angka kekerasan terhadap TKI mencapai 2.878 orang dalam setahun. Menurut Anis, data-data itu menunjukkan terjadi penurunan martabat bangsa Indonesia di hadapan bangsa lain yang mengeksploitasi pekerja dari tanah air. ”Kita harus malu dan berdiri bersama untuk membela hak mereka. Para TKI itu adalah pahlawan devisa, tapi pemerintah seakan tutup mata,” kritik dia. Anis menegaskan, pemerintah harus segera meratifikasi Konvensi PBB pada 1990 tentang Perlindungan Hak Buruh Migran dan Keluarganya. Ratifikasi itu, kata dia, merupakan bentuk komitmen tertinggi bagi perlindungan pekerja migran.

”Mandat konstitusi menunjukkan bahwa pemerintah wajib melindungi warga negaranya, tanpa kecuali buruh migran,” ujar dia. Di tempat yang sama, seorang TKI Malaysia bernama Fathonah, 27, mengatakan bahwa tenaga kerja yang sudah tiga tahun bekerja di Malaysia tidak mendapatkan gaji layak. Dia hanya memperoleh Rp 10 juta dari haknya Rp 46 juta. ”Saya sampai diceraikan suami karena dikira jual diri. Saya mohon dibantu untuk mendapatkan gaji saya,” ujar Fathonah terisak-isak dalam testimoni yang dibacakan secara tertutup. Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Dai Bachtiar mengatakan, masalah gaji yang tidak dibayar masih menjadi permasalahan utama. Dia juga mengakui, telah menemukan kasus yang paling parah dan menjurus kepada perbudakan. ”Saya menemukan pekerja yang enam tahun tidak dibayar. Dan, itu akan kami usut sampai tuntas,” ujarnya.

Menurut Dai, KBRI di Malaysia telah meminta Malaysia lebih efektif memanggil majikan yang menunggak upah para pekerja Indonesia. Namun, tidak semua bersedia. Padahal, dari upaya yang dilakukan tersebut, Da’i mengatakan sudah berhasil menyelamatkan uang TKI sebesar Rp 3,5 miliar pada 2009. ”Sepanjang 2009 terdapat 172 kasus gaji dan 50 persennya berhasil diselesaikan. Sisanya (yang belum tuntas, Red) dibawa ke pengadilan,” paparnya. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam sambutannya mengatakan, pemerintah belum optimal terhadap buruh migran. ”Perlu optimalisasi lintas sektoral, perlu optimalisasi perwakilan di negara penempatan,” jelasnya. Sementara itu, Depnakertrans menghentikan pengiriman TKI ke Kuwait. ”Ini menyusul banyaknya laporan tindak kekerasan dan penyiksaan terhadap pekerja migran Indonesia yang tidak kunjung terurai. Jadi, kami hentikan pengiriman sementara” tegas Muhaimin. Menurut dia, upaya pemerintah Indonesia untuk membuka jalur komunikasi dengan pemerintah Kuwait sulit dilakukan. Menteri yang juga ketua umum DPP PKB tersebut khawatir, jika pengiriman TKI ke Kuwait dilanjutkan tanpa kerja sama bilateral yang jelas, nasib mereka dipertaruhkan. ”Sebab, akan sulit melindungi mereka tanpa ada MoU yang jelas,” ujarnya. (zul/agm) sumber: Jawapos (Admin)

29 Mar 2010, 11:06pm
by sulistya nur rahmawati, umb mj 09, 09051080


rahma : mengerikan bukan?
angka fantastis yang sekiranya telah membuat bulu kuduk saya berdiri….
andai saja angka itu adalah angka besarnya undian mobil…. atau apakah yang membuat hati semua orang bahagia….
tapi…. betapa harus kita sadari, bahwa angka itu adalah menunjukkan statistik angka kematian masyarakat kita yang mengadu nasib di negeri seberang….
ganas dan begitu menyesakkan hati, setelah disadari bahwa mereka yang meninggal adalah saudara-saudara kita yang berasal dari pedesaan pada umumnya….
angka itu seharusnya bisa membuat kita merenung dan memikirkan APAKAH KESALAHAN yang selama ini kita lakukan sampai begitu banyaknya kesengsaraan dan penderitaan yang dirasakan oleh sanak saudara kita….?
‘mengadu nasib sampai harus meregang nyawa mereka?’
ungkapan inikah yang pantas kita dengar untuk sebuah martabat bangsa besar yang di dalamnya sebenarnya terkandung berbagai macam kekayaan alam?
TIDAK!
lalu kesalahan siapakah ini?
tak patut jika kita saling menyalahkan, tapi mencari akar permasalahan jugalah hal yang penting untuk bisa menghentikan dampak besar itu.
menurut saya akar permasalahan ini berujung dari tidak adanya lapangan pekerjaan dmana mereka bersal. dan masalahnya mereka itu berasal dari desa.
DESA : sebenarnya adalah sebuah tempat yang kaya…. kaya akan segala yang ada di dalamnya….
lalu, jika desa itu kaya, mengapa manusia-manusia yang hidup di dalam desa itu miskin?
jawabannya karena pengetahuan yang dimiliki oleh manusia-manusia di desa itu sangatlah kurang.
lalu bagaimanakah kita bisa memberikan pengetahuan kepada mereka?
mungkin itulah yang sebenarnya bisa kita pikirkan bersama….
apalagi pak Awan sudah mencetuskan ide untuk berdirinya sebua PTDes di semua desa-desa di seluruh nusantara ini….
jika PTDes ini bisa didirikan tentu saja kita bisa memberikan pengetahuan serta keahlian yang bisa diterapkan langsung oleh masyarakat desa itu untuk memperbaiki keadaan ekonomi mereka….
bisa dengan memfaatkan sumber daya yang ada maupun dengan mengembangkan dan menumbuhkan inovasi-inovasi untuk mendapatkan kesejahteraan bersama….
TKI sebagai penyumbang Devisa negara yang tidak dipikirkan keberadaan mereka. perlindungan yang masih lemah dan martabat mereka yang dianggap rendah sekali….
tidak sepantasnya pemerintah melakukan itu semua….
lebih baik kita perbaiki dan kita tata dari dalam desa itu sendiri…. yaitu dengan adanya pendidikan yang mencerdaskan kehidupan mereka….
sungguh begitu mulia ketika kita bisa mewujudkannya….
Amien…..

19 Apr 2010, 2:38am
by Ardiyanto AP – Si anak desa yang mencari ilmu -


Assalaamu’alaikum Wr.Wb

Sangat menyedihkan, menyakitkan kita mendengar berita itu. Tapi apa boleh buat, rizki sudah di atur Allah SWT. kita hanya tinggal MENJEMPUT rizki itu. meskipun berada di negri seberang..

para TKI yang harus pergi ke negri jiran itu mengindikasikan bahwa Lapangan Kerja di Tanah Air masih sulit menampung calon tenaga kerja. Supaya bisa terserap, harus ada kualifikasi2 nya..

Sangat ironi… negri yang kaya SDA dan SDM nya, para SDM malah harus bekerja di luar negri. Seharus nya pemerintah bisa memanfaatkan para SDM, lebih peduli,tegas dan harus mengetahui akibat yang bakal terjadi dengan TKI nya.

mengenai kasus perbudakan di negri jiran ini. Saya teringat kisah Bilal Bin Rabah yang di siksa raja nya, Ubay bin kholaf. Bilal di perlakukan tanpa perikemanusiaan, di seret, di telentangkan pada posisi telanjang dan di tindih batu besar di siang hari saat panas berada pada puncak nya. Untung aja Abu bakar dan Waroqoh bin naufal datang memerdekakan nya.

Indonesia harus berani bertindak tegas dengan sistem yang menjurus ke perbudakan di negri jiran itu. Jangan persulit rakyat untuk mengais rizki di negri nya sendiri. Jumlah SDA yang melimpah ruah, biarkan rakyat pribumi yang mengeruk nya. Jika rakyat tak punya skill & tekhnologi ciptakan BLK ( Balai Latihan Kerja ) yang banyak..

Saya heran BLT tahun 2010 di berhentikan, di karenakan Pertumbuhan Ekonomi mulai membaik??? padahal esensi untuk mengurangi kemiskinan. minta di jelasin pak awwan.

Matur Nuwun.
Assalaamu’laikum Wr.Wb
Ardiyanto AP( Si anak desa yang sedang mencari ilmu )
UMBY manajemen 08051021

22 Apr 2010, 10:58pm
by nelia yohana lolita monteiro (09051040)


kenapa mereka ingin menjadi TKI? karena mereka merasa bahwa di Indonesia ini sudah tidak ada lagi lowongan pekerjaan..dan sebenarnya banyak sekali SDA -SDA di Indonesia ini yang bisa mereka kembangkan…

16 May 2010, 8:41pm
by Isnawati


Sungguh sangat memperhatinkan sekali keadaan TKI yang berada diluaran sana yang menjadi korban kekerasan yang dilakukan para majikan yang tidak memiliki hati nurani serta rasa belas kasihan,dan dengan seenaknya sendiri para majikan memperlakukan para TKI seperti binatang yang tidak ada harganya di depan mata mereka,padahal kita semua mengetahui bahwa pihak malaysia meminta bantuan kepada pihak indonesia untuk memberikan pendidikan untuk pihak malaysia,tapi setelah semua itu telah mereka(malaysia)dapatkan mereka lebih menjadi-jadi,seharusnya mereka harus ingat dengan apa yang telah di lakukan indonesia untuk malaysia sampai semaju kali ini,tapi mengapa kekerasan yang di lakukan pihak malaysia khususnya para majikan kepada TKI indonesia itu tidak ada henti-hentinya juga yang menjadi pertayaan mengapa semua ini terjadai ?dan yang sangat memperhatikan jumlah korban kekerasan yang meninggal tiapa tahunnya itu bukan berkurang tapi malah smakin bertambah.
Kalau sudah terjadi seperti ini dan buktinya pun tidak Cuma hanya satu dari adanya kekerasan yang di alami oleh para TKI,seharusnya siapakah yang harus bertanggung jawab untuk semua ini???????….
Apakah dari pihak keluarg korban?…atau dari pihak pemerintahan itu sendiri???dan siapakah pihak yang harus disalahkan????……
Dengan adanya kejadian seperti ini dan kejadiannya pun tidak Cuma hanya satu kali atau dua kali saja tapi kejadian ini sudah berkali-kali,tapi kenapa dari pihak pemerintah tidak begitu tanggap serta mengusut masalah ini secara tuntas,tapi malah pihak pemerintah hanya bersikap biasa-biasa saja untuk mengatasi itu semua,sikap pemerintah ini cukup menggambarkan bahwasannya sikap pemerintah itu kurang peduli terhadap nasib para TKI kyang bekerja di luar negeri,seharusnya sebagai pimpinan yang menjadi pegangan mampu memberikan solusi terbaik bagi warga negaranya yang sedang menghadapi masalah apalagi di lihat dalam masalah itu bukanlah masalah yang kecil tapi sudah termasuk dalam lingkup masalah besar yang mengikat dua negara yaitu antara indonesia dengan malaysia.Selain itu sebagai pemerintah itu harus mampu memecahkan serta memberikan solusi yang baik agar kejadian kekerasan yang dialami TKI INDONESIA maka pemerintah harus mampu memberikan bagi pekerjaan yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan agar para TKI itu tidak perlu jauh-jauh keluar negara demi mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.Dan dengan adanya hal tersebut mampu meminimalkan adanya angka kematian yang dialami oleh para TKI akibat korban kekerasan yang di lakukan para majikan di luar negeri.
trimssss

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 
  • Informasi terbaru

  • Statistik Web

  • baca Juga Tulisan Pembaca

  • Arsip Artikel

  • Ideas