News: Paparan Model Desa Inkubator Ekonomi Kerakyatan & Sekra di UGM
Kemarin, 7 Januari 2010 saya presentasi singkat tentang Model Desa Inkubator Ekonomi Kerakyatan UGM dan Sentra Ekonomi Kerakyatan (Sekra) di depan Menteri PDT, Rektor, & Pimpinan2 Pusat Studi di UGM.
Semoga menjadi awalan yang baik bagi tumbuh-kembangnya Sekra dan praktik ekonomi kerakyatan-nya di berbagai tempat di Indonesia. Silakan bangun Sekra di desa, kota, dan daerah di mana pun Anda berada. Dalam waktu dekat kita akan me-launch unit Ekora Training, training house ekonomi kerakyatan-nya Sekra. Mudah2-an dapat menjadi awalan replikasi (cabang) di daerah Anda. Terima kasih (awan)
Selamat Datang di Inkubator Ekonomi Kerakyatan
o
Salah satu amanat pendiri bangsa bagi republik ini adalah realisasi ekonomi kerakyatan, yaitu produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, di bawah pimpinan dan atau penilikan anggota-anggota masyarakat.
o Sudah banyak penggagas dan pegiat ekonomi kerakyatan di Indonesia dengan berbagai gagasan dan aktivitasnya masing-masing, tetapi sampai hari ini bagaimana model ekonomi kerakyatan dalam prakteknya masih tetap belum jelas.
o Ketidakjelasan model ini membuat ekonomi kerakyatan menjadi tidak practical dan personal, dua prasyarat diterimanya gagasan oleh khalayak luas, sebagai modalitas perubahan sosial.
o Para pemikir ekonomi kerakyatan belum menaruh perhatian serius pada bagaimana strategi transformasi gagasan tersebut ke alam kesadaran dan alam praktek keseharian khalayak luas, yang sebenarnya akan menentukan perkembangan gagasan tersebut ke depan.
o Para pegiat ekonomi kerakyatan masih terlalu banyak berharap perubahan dimunculkan dari para pemangku kekuasaan, padahal banyak pelajaran yang menunjukkan perubahan terwujud melalui kerja-kerja tangan kita sendiri, dimulai dari perubahan dalam “cara kita menghasilkan uang”.
o Pada umumnya penggagas ekonomi kerakyatan belum memiliki media (alam, komunitas, lingkungan geografis-material) yang menjadi tempat didiseminasikan dan diwujudkannya gagasan tersebut, sehingga gagasan cenderung kurang berkembang (stagnan) dan tidak pernah ada praktek yang dapat menjadi rujukan.
o Sudah saatnya setiap penggagas ekonomi kerakyatan memiliki media inkubasi gagasannya, sehingga ia dapat tumbuh, berkembang, dan menyebar baik di ranah pemikiran maupun praktek di berbagai levelnya.
o Media inkubasi ekonomi kerakyatan ini sekaligus akan menjawab berbagai persoalan ekonomi riil seperti halnya ketiadaan akses modal, iptek, dan pasar, yang seharusnya tidak boleh terjadi di alam ekonomi kerakyatan.
o Sesuai dengan amanat dan realitas lapangannya, maka media inkubasi ekonomi kerakyatan ini akan mengemban sekurang-kurangnya tiga misi, yaitu bagaimana membangun rumah produksi (production house), rumah dagang (trading house), dan rumah pelatihan (training house) di basis desa (komunitas) masing-masing.
o Ketiga misi tersebut akan dikerjakan melalui sebuah disain kelembagaan yang dipopulerkan dengan istilah Sentra Ekonomi Kerakyatan dan disingkat Sekra, yang ke depannya dapat diinisiasi di seluruh desa di Indonesia.
o Sekra hadir untuk menggagas, mengembangkan, dan menyebarluaskan gagasan ekonomi kerakyatan (ekora) dan aplikasinya melalui konsep Sekra ke seluruh pelosok desa di Indonesia.


