Yogyakarta, CyberNews. Sistem ekonomi kerakyatan telah menjadi amanat konstitusi. Kendati begitu penerapannya masih jauh dari apa yang diharapkan. Justru sebaliknya, liberalisasi dan privatisasi sektor ekonomi strategis, semakin mendominasi ekonomi Indonesia.
“‘Mayoritas aset dan pengelolaan produksi nasional dipegang dan dikelola pemodal asing,” kata peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEK) Awan Santosa, SE MSc, dalam seminar launching buku ekonomi kerakyatan, di kantor PSEK kompleks Bulaksumur Yogyakarta.
Dikatakan, saat ini kurang lebih 67 persen saham perusahaan di BEI, dan 50 persen bank umum serta 85,4 persen ladang migas sudah dikuasai pemodal luar negeri. Belum lagi pemodal itu juga mendominasi perkebunan, ritel, telekomunikasi, air minum, aneka tambang dan berbagai sektor strategis lainnya.
“Dari amanat konstitusi, seharusnya produksi dilakukan bersama dan untuk kepentingan bersama. Namun bukan koperasi dan serikat ekonomi yang berkembang, tetapi justru para pemilik korporasi,” ujarnya.
Menurut dia, tidak berkembangnya ekonomi kerakyatan disebabkan belum adanya model pengukuran sebagai indikator untuk menentukan berhasil dan tidaknya praktik ekonomi kerakyatan.
Dibandingkan dengan sistem ekonomi neoliberal, yang memiliki ukuran-ukuran sebagai indikator, seperti adanya indikator untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, inflasi, indeks keterbukaan ekonomi dan bisnis dan sebagainya.
Dia menilai, para penggiat dan peneliti ekonomi kerakyatan sudah seharusnya masuk ke wilayah terapan dan tidak lagi berwacana.
( Bambang Unjianto / CN16 )
Pikiran Rakyat
INVESTOR ASING MAKIN DOMINAN
Minggu, 14 Maret 2010 , 15:23:00
YOGYAKARTA,(PRLM).- Kepemilikan investor asing di berbagai sektor publik makin dominan. Ladang minyak dan gas sebanyak 85,4% dimiliki oleh investor asing.
Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEK) Awan Santosa, SE., M.Sc menyatakan investor asing juga mendominasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 67%, dan Bank Umum Nasional (BUN) sebanyak 50%. Kepemilikan yang mayoritas juga mulai memasuki sektor ekonomi strategis di perkebunan, ritel, telekomunikasi, air minum, aneka tambang dan berbagai sektor strategis lainnya.
Dia menegaskan perkembangan tersebut sebagai konsekuensi kebijakan liberalisasi dan privatisasi sektor-sektor ekonomi strategis. Saat diskusi buku di Yogyakarta, Minggu (14/3), dia menyatakan liberalisasi dan privatisasi sektor ekonomi strategis telah menggeser ekonomi koperasi yang dicita-citakan menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Koperasi bahkan tidak ada tempatnya lagi dalam sistem ekonomi strategis.
Menurut dia perkembangan tersebut tidak bisa disalahkan karena ekonomi rakyat yang digadang-gadang belum memiliki standar yang bisa menentukan selama ini system ini berhasil atau gagal. Berbeda dengan ekonomi liberal, yang memiliki indikator umum seperti inflasi, indek pertumbuhan ekonomi, dll. (A-84/A-120)***

assalamualaikum.wr.wb
menurut saya untuk menjadi ekonomi kerakyatan yang diharapkan dan tidak dikuasai orang asing , pemerintah harus memberikan terobosan- torobosan baru , sesuai janjianya waktu pemilu, jangan biarkan warga asing membeli aset- aset yang dimiliki indonesia .memberikan kepercayaan kepada warga tenntunya , dengan meningkat nilai jual budaya indonesia , menggerakan kegiatan kewirausahaan , di desa -desa, agarlebih maju . memberikan ilmu pengetahuaan yang memadai , apalagi dijaman yang modren , memberikan pinjaman kepada rakyat kecil , dengan system ekonomi kerakyatan yang sesuai standrat.agar lebih meningkat kan perekonomian indonesia menjadi lebih maju.
munkin itu saja dari saya’thanks
asslamualaikum……
saya senang kepada bapak dan mata kuliah yang bapak ajarkan,karena saya senang jika mengulas tentang perekonomian indonesia,…
memang benar pak,ekonomi kerakyatan indonesia memang jauh dari harapan karena masih banyak masyarakat diindonesia yang hidupnya masih belum layak,…
saya ingin bertanya pak”’
1.apakah ekonomi indonesia yang jauh dari hara[pan disebabkan oleh pemimpin kita???
2.apakah ekonomi diindonesia masih jauh dari harapan dikarenakan oleh para koruptor2 dinegri ini??
terima kasih pak””
wasalamuallaikum…
handoko anggoro…08051001
Assalamualaikum wr.wb………sepertinya memang benar pak kalo ekonomi kerakyatan kita masih jauh dari harapan, jika mengingat bahwa 67% saham dBEI ,50% bank umum serta 85,4% ladang migas sudah dikuasai pemodal asing, hal seperti ini tentu membuat ekonomi kita jauh dari harapan karena dengan adanya keadaan yang seperti ini ekonomi kita jadi tidak bisa berkembang secara normal.Belum lagi jika para pemodal asing tersebut juga menguasai disektor-sektor yang lain, mau menjadi seperti apa ekonomi kerakyatan kita nantinya kalau semua hasil bumi kita dikuasai oleh asing??????
yach kiranya cukup itu saja dari saya
Wassalamualaikum wr.wb.
Dwi septya N (08051034)
assalamualaikum wr.wb…………………… saya puput astiyani(09051008)
Saya sangat setuju dengan apa yang bapak bicarakan tentang perekonomian indonesia, karena banyak sekali penduduk – penduduk indonesia diluar sana yang sangat jauh dari kehidupan yang selayaknya. jadi kapankah ekonomi bangsa kita ini akan maju??????????????kalau perkonomian bangsa kita tercinta ini dikuasi oleh bangsa lain.
syukron.
wassalamualaikum wr.wb
Assalamualiakum pak Awan dan semua yang membaca coment saya ini….
saya rahma, menurut saya negeri tercinta kita ini sangat jauh dari apa yang telah diamanatkan oleh mereka-mereka yang telah berusaha keras, berjuang jiwa dan raga, untuk merebut kemerdekaan di bumi tercinta kita ini….
pantaskah kita disebut sebagai GENERASI PENERUS BANGSA?
sementara apa yang telah diamanatkan oleh pejuang pejuang sejati kita, telah kita HIANATI sendiri?
inilah yang seharusnya menjadi pedoman kita untuk menjalankan dan meneruskan kemerdekaan ini,YAITU:
Pasal 33
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Dari sinilah kita seharusnya menjadikan landasan dalam kita mengatur perekonomian di negeri ini.
dapat kita ketahui bahwa yang seharusnya kita tumbuh kembangkan adalah badan badan Koperasi.
dan tidak seharusnya kita memberi PELUANG untuk tumbuh pesatnya Korporasi korporasi dan perusahaan perusahaan besar yang sebenarnya telah menumbuhkan bentuk Kolonialisme baru di Bumi Pertiwi Tercinta ini…..
Lalu dimanakah nasib bangsa ini selanjutnya, selain di tangan tangan kita yang sebagai penerus generasi bangsa ini?
akan dibawa kemanakah kelanjutan kehidupan bangsa ini?
apakah akan kita bawa ke KEBERDIKARIAN BANGSA yang akan membawa kesejahteraan yang merata dan adil kepada seluruh warga negara Indonesia?
Ataukah sebaliknya?
Kita bawa ke arah suatu negara yang selalu bergantung kepada utang-utang luar negeri yang kian menyesakkan jiwa seluruh elemen masyarakat kita?
yang seharusnya kita lakukan adalah sistem PEROMBAKAN kepada seluruh aspek kehidupan kita.
sebagai pengenyam dunia pendidikan kita bisa mulai dengan menyebar luaskan pengetahuan kita ini kepada seluruh keluarga kita tercinta, kepada teman-teman kita di seluruh pelosok negeri ini, dan kepada siapa pun warga masyarakat Indonesia tanpa harus memandang bulu.
kedua kita harus menumbuhkan semangat NASIONALISME dalam diri dan jiwa kita ini, dan tentu juga kepada seluruh elemen masyarakat yang tinggal di tanah air kita ini….
masih banyak yang bisa kita lakukan dengan kemampuan yang kita miliki….
tidak bermaksud untuk memprovokasi, tapi inilah KEBENARAN yang harus kita bela dan kita tunjukkan!
mari kita bergandeng tangan, kuatkan barisan untuk menuju INDONESIA YANG ADIL DAN MAKMUR TIDAK HANYA DI KONSEPNYA SAJA, TAPI JUGA PRAKTIKNYA!
ALLAHU AKBAR!
^_^
Salam Damai Sejahtera ……..
Menurut pandangan saya memang benar bahwa perekonomian kerakyatan khususnya di indonesia memang jauh harapannya..kenyataannya bisa di buktikan melalui gaya kepemimpinan para presiden yang sebelum di rintis oleh Bapak Presiden kita pak Bambang Budiyhono.kenyataannya banyak para koruptor yang merajalela dan banyak investor – investor asing yang menerapkan teori liberalisasi,privatisasi khususnya dalam sektor ekonomi strategis sehingga sektor – sektor di indonesia khususnya sektor perekonomian telah di dominasi oleh para pemodal asing.
saya mengharapkan banget ekonomi kerakyatan tetap dipertahankan dimana dalam hal ini substansi tersebut sangat ditekankan..dimana saya masih anti Neoliberalisme…saya tetap berpegang teguh pada Pasal 33
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
dan kita akan belajar hal ini ..ini tugas kita dimana kita bukan legislator tapi kita eeksekutif kenyataan apa yang dilihat,,,,tetap kita bangun bersama….sehingga komponen yang masih jauh dari harapan dalam pembentukannya tetap tertutupi..
memang benar ekonomi kerakyatan msih jauh dari harapan kita semua, di tambah lagi dengan keadaan ekonomi yang sedang terjadi di negara kita,
padahal negara kita memiliki orang2 yang dipercaya dalam membangun perekonomian indoneseia, tetapi masih saja tidak sesuai dengan yang diharapkan.
padahal semesti”y sebagai orang2 yang dipercaya sebagai wakil rakyat dalam menyalurkan”n aspirasi dan bertanggung jawab atas negara kita harus lebih memperhatikan nasib perekonomian yang berdampak pada masyrakat kelas bawah, dan berdampak juga pada negara ini., padahal indonesia kaya dengan SDA.
tapi peraktek yang di jalankan negara ini sangat jauh dari harapan.
sampai kapan perekonomian ini akan menjadi lebih baik jika pemerintahan yang sudah berlangsung dari beberapa generasi tidak dijalankan dengan semestinya dan tidak membuahkan hasil.???????
Assalaamu’alaikum Wr.Wb.
Begini, saya heran… mengapa kebijakan yang kita buat sendiri, yaitU pasal 33 ayat 2 dan 3 UUD 45, yang isi nya ttg cabang2 produksi di kuasai negara dan untuk menyejahterakan warga. Sudah mulai luntur akhir2 ini. Perusahaan migas yang 80% di kuasai oleh korporasi asing. menandakan Indonesia belum mampu keluar dari kemandirian. mungkin ini akibat Liberalisme berlebihan yang terjadi di Bumi Pertiwi.
Para petinggi negri sudah melupakan amanat konstitusi? membiarkan korporasi asing leluasa menikmati Sumber Daya kita. Bagaimana birokrasi di Indonesia???
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb
Ardiyanto AP/ umby, 08051021
sebelumnya terimakasih buat setiap ulasan yang bapak muat dalam website ini.setiap kata yang termuat dalam posting website ini membuka mata saya tentang perekonomian yang terjadi di indonesia.Selama ini kita terbuai dengan keberhasilan pemerintahan dalam menjalankan perekonomian yang mensejahterakan rakyat,dimana diberitakan bahwa perekonomian selama ini telah berhasil dan telah mensejahterakan rakyat indonesia,tapi keberhasilan itu hanyalah keberhasilan yang dinikmati oleh sebagian kecil rakyat indonesia.masih banyak yang berada dibawah garis kemiskinan,perekonomian tidak berpihak pada rakyat kecil tapi berpihak kepada para investor yang berasal dari luar negeri.Badan usaha yang dimiliki oleh pemerintah indonesia sedikit demi sedikit telah dijual kepada pihak asing.dalam undang undang dasar telah diamanatkan bahwa bumi ,air dan alam yang terkandung didalamnya dikelola oleh negara dan dan dimanfaatkan sebesar besarnya untuk rakyat.tapi hal itu seakan telah dikhianati,sebagian besar kekayaan alam yang ada di indonesia telah dikelola oleh investor yang berasal dari luar negeri,banyak kontrak kerja yang merugikan bangsa indonesia.
Koperasi yang sejatinya sebagai tonggak perekonomian yang berpihak kepada rakyat malah kurang diperhatikan dan tidak berdaya menghadapi investor asing dengan perekonomian liberalnya.
oleh sebab itu marilah kita sebagai generasi muda penerus bangsa merebut kembali kekayaan alam yang telah dikuasai oleh investor asing, dengan menciptakan perekonomian yang brpihak kepada rakyat dan mensejahterakan rakyat.
assalamualaikum wr.wb
makasih pak sebelumnya telah memberikan ruang bagi saya untuk lebih mengetahui ekonomi kerakyatan di indonesia,,,,
yang emang bener banget , kalau ekonomi kerakyatan di indonesia masih jauh dari harapan , perlu adanya perubahan – perubahan untuk meningkat kan perekonomian ,perlu mengembangkan produksi indonesia dalam bidang apapun baik dalam bidang pertaniaan , pertambangan dan industri- industri .
pemerintah pusat atau pemerintah daerah harus memberikan peluaang bagi rakyat kecil untuk mengembangkan UMKM, seperti kawirausahaan
demikianlah coment saya pak
terimakasih.
Kehidupan rakyat di Indonesia masih jauh dari layak.Banyak di lihat masyarakat desa belum memperoleh pendidikan dan ekonomi yang layak.Kerena perekonomian Indonesia yang belum stabil masih banyak hutang luar negeri dan banyak orang-orang yang dipemerintahan yang korupsi.Ini menunjukan mental masyarakat Indonesia yang lemah,yang masih bisa dipengaruhi oleh orang-orang yang berkepentingan dan berkuasa.
Itu dapat dilihat bahwa banyak sektor publik yang dikuasai pihak swasta maupun asing.Menandakan pemerintah tidak berpihak pada rakyat.Ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh konsep ekonomi neo liberalis yang merugikan rakyat.Jika ekonomi neo liberalis tidak cocok dengan sistem perekonomian Indonesia,sistem ekonomi apa yang cocok dengan negara Indonesia?,jika ekonomi kerakyatan digunakan dalam perekonomian Indonesia apa akan berhasil dan Indonesia akan menjadi negara yang tidak tergantung dengan modal asing lagi????????
Assalamu’alaikum wr.wb
….Ekonomi liberal memungkinkan pemilik modal menguasai usaha. Dengan modal yang besar (nilai) akan menghasilkan keuntungan yang besar pula, didukung era globalisasi sekarang ini dan dengan modal (nilai) yang kecil tidak akan dapat bersaing. Apabila ekonomi kerakyatan di lakukan serentak di seluruh Indonesia, maka ekonomi kerakyatan juga akan kuat dengan modal awal sumber daya alam yang melimpah dan sumberdaya manusia yang banyak. Harapan kita adalah bagaimana ekonomi kerakyatan didukung oleh pemanfaatan sumberdaya alam (peran serta kebijakan pemerintah) dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar pasal 33 UUD 1945 dapat diwujudkan…
Demikian pak, menurut pendapat saya.Terima kasih
Wassalamu’alaikum wr.wb
Tri Utami-08061031 (Akuntansi)
Assalamu’slsikum waRrahmatuLLahi wabaRRokatuh
Ekonomi kerakyatan memang disebuT-sebut sejak dulu.Dari dulu digalakkan tentang ekonomi kerakyaatan tetapi neoliberal yg terjadi.Sebenernya para wakil rakyat juga sudah memikiRkan tentang smua ini tetapi belum terwujud.Kita sendiri hanya bisa mengkritik tak bisa mewujudkan,sebenernya ini smua bukan salah wakil rakyat tetapi kita sebagai rakyat jangan hanya menyalahkan wakil rakyat.Kita sendiri sebagai putra bangsa harus bisa mewujudkan.Mari kita bantu pemerintah untuk mewujudkan cita2 bangsa agaar bangsa ini lebih baik dan maju.
wassalam wr.wb
Asslmualaikum…………..
setelah saya membaca artikel yang berjudul ekonomi kerakyatan masih jauh dari harapan,saya setuju dengan anggapan pak awan,karena kenyataan itu bisa kita buktikan bagaimana kehidupan masyarakat atau bangsa indonesia di luaran sana masih sangat memperhatinkan dari tahun ke tahun,apalagi untuk sekarang -sekarang ini masih banyak kasus-kasus korupsi yang msih belum terkuak siapa dalang dari kasus tersebut,secara tidak langsung adanya kasus tersebut sangat berdampak negatif dan merugikan bangsa indonesia itu sendiri,karena seharusnya apa yang sepatutnya bangsa indonesia dapatkan untuk menuju kehidupan yang makmur dan sejahtera tapi pada kenyataanya hak tersebut diambil oleh sebagian besar oleh wakil-wakil rakyat yang telah dipercaya untuk membawa kehidupan bangsa indonesia khususnya di bidang ekonomi kearah yang jauh lebih baik,tapi pada kenyataanya semua itu masih jauh dari harapan.
Maka dari itu apabila kita menginginkan ekonomi kerakyatan itu benar -benar dapat terwujud ,seharusnya pihak pemerintah harus mengerti betul makna dan prinsip yang terkandung dalam uuD’45 pasal 33(1-3)karena dalam pasal tersebut banyak sekali hak-hak bangsa indonesia atas kekayaan alam(SDA)yang di miliki indonesia,disamping itu pemerintah harus bisa mementingkan kehidupan rakyatnya dari apa yang selama ini mereka impi-impikan selain itu, pemerintah harus memperhatikan kehidupan rakyatnya khususnya yang berada didaerah-daerah terpencil.Dngan semua itu diharapkan akan membawa dampak yang lebih baik bagi perekonomian indonesia,khususnya untuk ekonomi kerakyatan.
terimakasih.
wasalamualaikum……….
seperti biasa cerita-cerita pak awan selalu membuat saya “ngeri” tapi justru cerita-cerita itu yang membuat mta kita terbuka,,tidak lagi terbuai dengan angka-angka indeks ekonomi yang dinilai semakin meningkat dan menuju kearah kesejahteraan yang sebenarnya semu belaka,,,ini lah fakta sebenarnya…..jadi apa yang harus kita lakukan????
ekonomi kerakyatan akan benar-benar terwujud apabila bangsa indonesia ini sudah memiliki sumber daya manusia yang berkualitas..karena selama ini sumber daya manusia yang ada belum bisa mewujudkan ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya,,buktinya aja masih ada masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan..
“mengapa” mingkin adalah kata yang banyak di pertanyakan.Salah satunya mengapa Indonesia masih saja menangis dengan keadaan merosotnya dalam kemiskinan struktural.Coba dech lihat para2 pejabat yang bermoral jika kalian berada di posisi yang tertindas jangan cuma sok sibuk berjanji akan hentikan setiap masalah yang ada,cuma janji aja tapi tindakan hanya di tempat dan tak selesai2.
kalau emang negara ini masih punya UUD 1945 mana tuangan proklamasi tsb?
Assalamualaikum wr.wb…
Setelah saya membaca artikel bapak dalam surat kabar Merapi beberapa tempo yang lalu, saya aetuju dengan pendapat bapak mengenai pemberdayaan alat2 produksi di dalam sektor ekonomi informal.
Memang benar saat ni pembangunan lebih membias di daerah perkotaan, pelebaran jalan raya di perkotaan, pengembangan SDM juga lebih dipentingkan di kota.
Maka tak heran jika penyalahgunaan otoritas juga banyak dilakukan oleh beberapa pejabat kota, yang mulai korupsi, mafia hukum, inilah..itulah… kompleks banget lah…!!
Tak sedikit orang2 berurbanisasi, tak sedikit pula orang2 yang tinggal di daerah “pinggir” dan tetap menggeluti sektor ekonomi informal, walaupun profesi dipandang sebelah mata toh pada kenyataannya malah menjadi profesi dominan di negara kita tercinta ini.
Orang2 yang bergelut dalam sektor ekonomi informal pada dasranya sudah mmpunyai alat2 produksi, tapi hanya saja alat2 produksi ini belum dioptimalkan dalam penggunannya karena masih adanya keterbatasan. Mereka mempunyai alat2 produksi tersenut, tapi mereka juga mempunyai keterbatasan.
oleh karena itu perlu adanya peran serta dari masyarakat yang lebih “mampu” dan pemerintah untuk memeratakan distribusi dalam sektor pembangunan sehingga distribusi hasil pembangunan tersebut bisa merata, dan mereka bisa bersanding dengan alat2 produksi secara kaffah dan totally..
Dengan begitu pembangunan tidak hanya terbias di derah kota saja, tapi daerah “pinggir” juga mampu terbias.. marilah kita awali melakukan hal2 yang kecil mulai dari diri sendiri..
Salam
Tri Utami,
08061031
assalamualaikum wr.wb..
jujur ,belum terlalu paham tentang sistem ekonomi di indonesia..untung lah ada kuliah yang membahas tentang ini.
karena sebelumnya tidak mendalami tentang perekonomian di indonesia..saya belum berani komentar jauh-jauh tentang sistem perekonomian indonesia yang banyak kekuranganny tentang ini dan itu..karena saya juga tidak mau hanya komentar untuk mendapatkan nilai tanpa memahaminya..hehe..
tetapi menurut artikel2 yang tercantum dalam website ataupun yang saya baca di luar website ini dan juga sesuai fakta yang saya lihat di lingkungan sekitar..memang perekonomian indonesia masih kurang dari layak, baik dalam penerapan nya maupun lain nya.Tidak jauh-jauh untuk mengkritik atau pun menyalahkan pemerintah tentang perekonomian di indonesia,tetapi mencoba mencari solusi bagaimana semua itu terwujud sesuai dengan harapan bersama yang dapat dilakukan seorang mahasiswa.
at least carried out the ACTION not only SPOKE.
Thanks,regards..
Ass Wr.Wb Pak Awan….
Dalam Sejarah Perekonomian di Indonesia,dinyatakan dalam UUD 1945 bahwa seharusnya perekonomian di INdonesia memang meletakkan dasarnya untuk memajukan sistem perekonomian kerakyatan atau demokratisasi perekonomian.
Namun dalam praktiknya pada masa sekarang ,memang itu masih jauh dari harapan dan kelangsungan hajat hidup orang banyak.
Sistem penilain kinerja ekonomi dengan mengindikasikan pertumbuhan percepatan ekonomi ,bukanlah sesuatu yang nyata bawa ekonomi kita telah baik.Menaik bukan berati merata.
jadi sudah swajarnya,dan sudah saatnya masyarakat sudah bisa kritis untuk menimbang dan menilai mana kebijakan dari pemerintah yang dinilai mensejahterakan rakyat atau mensejahterakan golongan tertentu saja.
Sudah saatnya,semua elemen saling membantu untuk bisa mewujudkan bagaimana UUD pasal 33 ayat 1,2 dan 3, Pasal 27 ayat 2, Pasal 31 bisa benar benar ada di Negara tercinta ini.
SUdah saatnya kita bisa hidup dan berpijak di bumi tanah dan air kita sendiri tanpa mengemis dari utang negara lain, tapi kalau bisa kita yang bisa memberi influence ke negara lain,bahwa sistem kita itu bisa memberi dampak positif bagi kemajuan sebuah negara.
semoga bang John Perkins…membaca critical view saya ya Pak Awan…hehehheheh
ekonomi kerakyatan di negara kita bagaikan telur di ujung tombak jadi perekonomian di negara kita masih tergantung kepada negara lain… emang sich penting untuk berhubungan denagn negara lain untuk mempererat tali persaudaraan di antara negara-negara yang ada di dunia… tetapi alangkah baiknya perekonomian di negara kita itu jangan terlalu bergantung ke pada negara lain…
aslamualaikum wr wb.
perekonomian indonesia adalah perekonomian yang menitikberatkan cara-cara yang real dan komunikatif yang seharusnya bisa direalisasikan kepada semua pihak dan dapat dimanfaatkan oleh semua masarakat. pada initnya….perekonomian yang terpadu sehingga dapat menguntungkan semua lapisan masyarakat.
berdiri pada kaki sendiri(ekonomi kerakyatan)…..itulah yang harus direalisasikan pada perekonomian indonesia, karena apa? ekonomi kerakyatan,adalh gambaran landasan pokok dari perekonomian indonesia….dan itu adalh syrat mutlak untuk menuju ekonomi yang maju dan dinamis, dan dapat menyetarakan taraf perkonomian dengan neggara maju.
sekian dari saya….
wasalamualaikum,wr wb.
Perekonomian negara kita memang sangat jauh menyimpang dari isi UUD’45 Psl 33. Bahwasannya di dalam pasal tersebut berisi “perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak di kuasai oleh negara” akan tetapi kenyataannya sebagian besar dari sektor-sektor industri penting tersebut sahamnya di kuasai oleh orang asing. Di sini jelas terlihat sekali adanya ketergantungan terhadap negara lain, oleh karena itu perlu adanya peran aktif dari pemerintah dan masyarakat untuk bangkit berjuang menata perekonomian kita kembali agar sedikit demi sedikit kita mampu untuk terlepas dari ketergantungan kita pada negara lain. Dan menjadi negara yang besar dan mandiri.
Perekonomian negara kita memang sangat jauh menyimpang dari isi UUD’45 Psl 33. Bahwasannya di dalam pasal tersebut berisi “perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak di kuasai oleh negara” akan tetapi kenyataannya sebagian besar dari sektor-sektor industri penting tersebut sahamnya di kuasai oleh orang asing. Di sini jelas terlihat sekali adanya ketergantungan terhadap negara lain, oleh karena itu perlu adanya peran aktif dari pemerintah dan masyarakat untuk bangkit berjuang menata perekonomian kita kembali agar sedikit demi sedikit kita mampu untuk terlepas dari ketergantungan kita pada negara lain. Dan menjadi negara yang besar dan mandiri serta mampu memberikan kemakmuran kepada seluruh rakyat indonesia.
Memang telah terjadi ketimpangan sosial di masyarakat kita,ibarat kata ” yang kaya semakin kaya yang miskin bablas miskin “. Apa mau dikata memang hal tersebut yang terjadi sekarang.namun apa kita hanya bisa meratapi dan berhenti berusaha? jawabannya tentu saja ” tidak ” namun apakah cukup hanya dengan pengetahuan saja untuk membantu rakyat? tentu saja ” kurang ” lalu harus ditambah apa lagi? tentu saja kita butuh ” action “.
sebenarnya apa yang selama ini di bicarakan bapak mungkin belum benar2 tertanam di benak saya, apa sih sebenarnya ekonomi kerakyatan itu sendiri?? apa contoh real yang sebenarnya dan yamg sangat nyata di sekitar kita itu masih belum jelas,, kalaupun hanya bicara contohnya koperasi yang bisa memberi hidup terhadap sebagian masyarakat indonesia, trus apa yang sebenarnya dapat dilakukan oleh koperasi sendiri???? takutnya kita cuma bisa OMDONK soal teori tapi NOL di praktiknya… pie pak???
Assalamu’alaikum wr.wb..
Kadang kenyataa pahit ya teman??!
Kenyataan pembangunan membias ke kota yang seperti yang telah dipaparkan oleh bp.Awan dalam koran Merapi sangatlah benar.
Kenyataan pembangunan yang membias kekota merupakan refleksi maupun salah satu dampak dari distribusi distribusi produksi yang belum memenuhi azas efisiensi maupun keadilan.
Dari belum terpenuhinya azas2 tersebut maka terjadi ketimpangan dalam hal produksi maupun perilaku pasca produksi, jika ada ketimpangan dalam hal produksi maka akan terjadi pula ketimpangan dalam perilaku konsumsi (Overlap Consumption Behaviour).
Hal tersebut yang menyebabkan adanya perbedaan kemampuan daya beli masyarakat, ada masyarakat yang mampu membeli barang dengan harga yang sangat tinggi, tapi ada pula golongan masyarakat yang tak terlintas sedikitpun dalam benak mereka untuk memenuhi kebutuhan sekunder maupun tersier, masyarakat dalam golongan ini bersyukur karena mampu makan sehari 3x.
Ironis sekali bukan???!! jika terjadi ketidakadilan dalam pendistribusian hasil produksi maupun alat2 produkski. Salah satu hasil produksi adalh omset, sebagai calon pelaku usaha kelak..amiiin..kita harus mampu mendistribusikan omset kita secara efisien dan adil kepada alat2 produksi yang kita gunakan, terutama kepada Human Resources.
Kita berhasil bukan hanya karena diri kita sendiri, tapi selalu ada orang lain dibelakang kita, di samping kita..
Wassalam…
Tri Utami 08061031
Assalamualaikum wr.wb
Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya,kali ini saya tidak akan memberikan coment dalam bentuk apapun.Di sini saya akan menanyakan kepada bapak:Apabila di Indonesia terdapat Perusahaan asing yang cukup bonafit berkembang di Indonesia,apakah pemerintah melakukan pengawasan??????????
Salam pak
Memang pada kenyataanya saat ini,,para pemimpin dan orang kaya yang paling memegang peran dalam perekonomian Indonesia pak.Mereka yang kuat semakin mencari keuntungan yang sebesar2nya,entah itu cara yang halal maupun tidak.Karena pada kenyataanya pada saat ini banyak praktik korupsi dimana2.Uang rakyat dirampas begitu saja oleh para koruptor.Uang untuk kesejahteraan rakyat pun dirampas,,,terus bagaimana pak dengan orang miskin seperti saya ini pak?????
Terima kasih pak
assalamualaikum wr wb
Dari judul nya saja.Ekonomi KErakyatan jauh dari harapan.Dari segi manapun bangsa indonesia jauh dari harapan kita. Sebenarnya bangsa ini kaya akan hasil alam.Tapi kenyataan yang terjadi? kalangan atas lebih dominan menguasai perekonomian. Mereka diberi amanah untuk memimpin dan menggerakan kalangan bahwa untuk memakmurkan kehidupannya. Tapi mereka malah menyalah gunakan kepercayaan pemerintah.misalnya saja para pejabat yang dominan dengan korupsinya.uang rakyat yang semestinya digunakan untuk kesejahteraan rakyat malah digunakan untuk menumpuk kekayaan pribadinya. pajak yang semestinya diserahkan negara mereka salah gunakan. dari sini kita sudah dapat menyimpulkan sendiri mengapa ekonomi kerakyatan jauh dari harapan. apalagi semua produk datang dari luar negeri.kita mengimpor dari luar.bagaimana kita bisa meningkatkan kehidupan bangsa kita jika hal itu terus dilakukan dari tahun ketahun dan tidak ada upaya untuk menguranginya. misal saja.beras,kita impor dari thailand jika hal itu tidak dikurangi maka petani kita semakin memburuk tau bahkan bisa gulung tikar.Para pejabat yang belum sadar akan penumpukan kekayaan pribadinya yang ilegal makin membuat bangsa ini kian terpuruk dan tajamnya tingkat kemiskinan.SEBENARNYA EKONOMI KERAKYATAN BUKAN MUTLAK SLAH pemerintah saja. Tetapi rakyat yang belum mengerti apa arti dari ekonomi kerakyatan. Ekonomi kerakyatan indentik dari koperasi, tetapi rakyat sendiri tidak begitu peduli dengan adanya kopersai tersebut. Mereka lebih senang membeli dan menjual di tempat lain seperti toko dari pada di kopersai. zaman sekarang sudah banyak berdiri lembaga yang mengatasnamakan KOPERASI , tapi kenyataanya mereka menjalankan bukan sesuai prosedur melainkan mencari keuntungan dan disalah gunakan sehingga menambah imej jelek pada koperasi. jadi dapat disimpulkan bahwa ekonomi kerakyatan memang tidak sesuai yang kita harapkan dikarenakan kurangnya kepedulian masyarakat terhadap keberadaannya serta adanya suatu lembaga yang menyalahgunakan nama koperasi untuk kepentinagn pribadinya sehingga rakyat semakin berpikir negatif terhadap koperasi.
wassalamualaikum wr.wb
novii ermawati,akuntansi
(08061026)
salam pak?
Ekonomi Kerakyatan…….dari kata tersebut sudah bisa diartikan bahwa perlunya perhatian oleh pemerintah bahwa kehidupan masyarakat indonesia saat ini sangat memprihatinkan.
Maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa,harus sadar bagaimana kehidupan masyarakat kita jika berlanjut seperti ini.Bahkan negara kita kebanyakan malah dimanfaatkan oleh negara lain,mereka bisa sukses dinegara kita….tapi mengapa kita tidak???
Masyarakat yang kehidupannya serba pas-pasan selalu aja tidak berkembang,tetapi para pejabat yang sudah sukses,mereka semakin sukses..bagaimana kita mengatasi hal seperti itu agar masyarakat indonesia menjadi naasyarakat yang sejahtera seperti pedoman hidup kita??tks
itu milik kita…
tapi mengapa bisa dikuasai pihak asing… nah itulh PR bagi kita semua bagaimana kita yang menguasainya bukan pihak asing,,,,
keuntungan yang diperoleh lebih menguntungkan pihak asing…
kita malah rugi….
to be continue……..
dengan peristiwa ini,..pemerintah seharusnya lebih tanggap dan mengadakan suatu konsep mengenai ekonomi kerakyaktan untuk dibekali kepada anak2 generasi penerus bangsa ( salah satunya adalah mahasiswa)…
mungkin salah satu penyebab adalah kurangnya SDM yang layak di Indonesia dan IPTEK yang masih lemah….
sangat disayangkan jika perkembangan ekonomi kerakyatan negara ini masih dikuasai juga oleh pemodal asing(produksi2)…
ekonomi kerakyatan memang jauh dari harapan,tapi “EKONOMI KERAKYAT-RAKYATAN” sangat dekat dengan rakyat yang justru menyesatkan dan makin bikin rakyat sengsara dan memprihatinkan nasib bangsa.
assalamualaikum wr.wb………… wahid manajemen (09051024)
Saya setuju dengan yang bapak ungkapkan tentang perekonomian indonesia, karena banyak sekali penduduk – penduduk indonesia diluar yang sangat jauh dari kehidupan yang selayaknya. jadi kapankah ekonomi bangsa kita ini akan maju,kalau perkonomian bangsa kita ini masih di jajah oleh bangsa lain. Namun ada satu hal yg bisa membuat ekonomi kerakyatan akan benar-benar terwujud apabila bangsa indonesia ini sudah memiliki sumber daya manusia yang berkualitas…
memang pak ekonomi kerakyatan masih jauh dari apa yang kita harapkan,sangat disayangkan pak padahal ini untuk memperjuangkan hak rakyat.Banyak para petinggi yang mengungkapkan visi dan misi mereka pada saat sebelum pemilihan namun mereka hanya meraih simpati sesaat….setelah mereka duduk dikursi jabatan,mereka seakan pura-pura amnesia….melupakan janjinya pada rakyat.Menurut saya,pejuang ekonomi kerakyatan seperti Bapak sangat jarang ditemui saat ini.Segumpil orang dar ikita masih peduli tapi sebagian besar bilang “i dont care”.Semoga kita BISA pak…………..Amin
ya jelaslah ekonomi kerakyatan masih jauh dari harapan,,orang petinggi negara yang berjanji mensejahterakan rakyat hanyalah janji belaka,mereka sibuk dengan uang mereka sendiri mereka butuh kita saat akan mencalonkan diri menjadi anggota tapi setelah itu semua sudah di dapat kita semua di campakan….MEMERANGI MUSUH LEBIH MUDAH DARI PADA MEMERANGI DIRI SENDIRI,,tp dengan keyakinan kita pasti bisa…..
ekonomi kerakyatan memang masih jauh dari harapan,..
dari pada komentar aja mending kita juga berbuat sesuatu untuk cita2 negara dengan dimulai dari diri kita sendiri.Kita bangkitkan semangat bangsa untuk mewujudkan cita2 negara.
Ekonomi kerakyataan memang belum sesuai dengan apa yang diharapkan banasa indonesia.
Dengan kita mengubah pola pikir dan memanfaatkan SDA serta SDM yang ada mungkin ekonomi kerakyatan sedikit mulai lebih baik. Jadi kita sebagai generasi penerus harus bisa mengelola SDA serta SDM yang ada. Agar semua kekayaan yang ada diindonesia tidak dikuasai bangsa asing, , ,
ekonomi kerakyatan diindonesia memang jauh dari harapan.
kita sebagai generasi muda apa yang kita bisa lakukan???
sedangkan perekonomian kita masih bergantung dari negara negara asing
assalamualaikum…
memang benar bahwa kerakyatan di indonesia masih jauh dari harapan kita semua,kita bisa melihat masih banyak rakyat indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan,tidak mendapatkan kehidupan yang layak…kapankah perekonomian indonesia ini akan mulai bangkit, berkembang dan jauh dari kata kemiskinan????? jika yang mengurus perekonomian Indonesia ini tidak pernah jauh dari kata KORUPSI. .KORUPSI,…dan KORUPSI.
selalu makan uang rakyat. bagaimana rakyat bisa hidup layak????