Bener mas Ahmad, moga-moga kehadiran Sekra ini dapat menjadi mimpi dan peta jalan bagi kemandirian bangsa kita. Tidak ada bangsa manapun bisa besar dan maju sebelum menghapus betul jejak2 dan sifat2 kolonial (ketergantungan, keterjajahan) dalam tubuh ekonomi-politiknya.
assalamualaikum, selamat tahun baru untuk semua pengunjung web ini, mari kita bersama – sama berdoa dan berikhtiar agar indonesia kedepannya jauh lebih dewasa lagi. sebesar apapun impian kita tidak akan pernah menjadi kenyataan tanpa dibarengi dengan usaha, sekecil apapun usaha kita itu pasti ada hasilnya, begitupun dengan Republik ini tidak akan pernah maju kalau kita sendiri tidak pernah memperjuangkannya, mari kita perjuangkan bersama – sama dari yang paling sederhana salah satunya dengan link web ini. wassalam
Assalamu ‘alaikum ….
ikut gabung ya….
saya sepakat dengan pak awan kalau bangsa kita ini masih menganut system kolonial. entah itu dari segi ekonomi politik bahkan pendidikan formal maupun non-formal.
ironisnya kalau dulu kita dijajah oleh bangsa asing akan tetapi sekarang kita malah dijajah bangsa sendiri. bahkan mungkin jejak yang sekarang akan tetap diturunkan kepada anak-cucu nanti !!!!! (subhanallah).
KOPERASI merupakan salah satu jalur altenatif untuk menangkal keterpurukan masyarakat. sayangnya tidak ada dukungan yang besar dengan itu….. saya melihat yang ada sekarang hanya sekedar sebuah lembaga organisasi saja (belum maximal sebagaimana fungsinya) “Dari anggota untuk Anggota”.
Memang betul kalu ada keditak relaan dari berbagai pihak, seandainya KOPERASI itu maju.
contoh : ditahun 2006an ada salah satu program pemerintah mungkin kita semua tau yaitu “Rehabilitasi Perkebunan” yang meliputi perkebunan karet, sawit cacao dan sebagainya.
Dari program ini pemerintah memberikan pinjaman lunak kepada petani (sesuai dengan klasifikasi petani) selama 15 tahun dengan jumlah +< 19 – 21 jt per hektar. Tentu saja harus melewati lembaga hukum (setidaknya2 koperasi).
melihat ini saya langsung pulang kampung dan mengumpulkan warga untuk memberikan arahan tentang ikut terlibat dalam program ini. (karena ditempat saya sudah dkelilingi perkebunan sawit, cuma sayangnya tdk ada masyarakat yang memiliki kebun). dengan pandangan akan hari depan masyarakat sekitarpun akhirnya setuju kamipun mendirikan sebuah lembaga koperasi untuk naungan dan memilih salah-satu dari yang hadir untuk menjadi ketua, lalu saya mengajukan kedinas terkait dengan ajuan sebesar 50 Ha yang diikutkan program tahap awal. Respon dinas terkait sangat baik sebut saja (camat, dinas perkebunan, dinas koperasi, badan pertanahan bahkan bupati pada saat itu). akhir nya kami mendapatkan ijin bahkan ditunjuk selaku koordinator untuk 1 wilayah kecamatan. setelah semuanya selesai……..
tinggalah pengajuan ke bank yang ditunjuk, akan tetapi apa yang didapat !!!!
pihak bank mau mengucurkan dana asalkan pengendalian dananya diatur oleh bank, bahkan sampai penyediaan pupuk dan bibit……
pertanyaan saya KOPERASI lalu guna untuk apa dong ???
akhirnya sesuai dengan rapat anggota maka kami tidak jadi untuk mengikutiprogram tersebut…….
Hemat saya, bahwa memang saatnya kita memerlukan "Bursa" Koperasi, UKM dll. sebagai pertemuan antar lembaga2/kegiatan usaha ini. Masyarakat jangan lagi mengandalkan Pemerintah "yang notabene selalu mengurusi dengan setengah-setengah"….
Biarkan mereka berebut atas dosa "yang penting masyarakat aman dan sentosa" Amin….
Wassalam……
indonesia saat ini sedang membutuhkan formula anti kemiskinan, dan saya kira dengan web ini kita bisa memberi formula itu yang berupa ekonomi kerakyatan yang mana sesuai dengan cita – cita luhur the funding father yang memimpikan republik ini benar – benar maju dalam semua hal, terkecuali KKN itu jelas harus diberangus habis keakar – akarnya.