Yogyakarta (24/6), Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menyelenggarakan acara peluncuran Pusat Studi Kewirausahaan (PSKw) yang diselenggarakan di Kampus 2 Mercu Buana Jl Jembatan Merah 84 C Gejayan yogyakarta belum lama ini. Acara yang dihadiri sekitar 50 undangan yang meliputi perwakilan dari Bank Indonesia, BPD, Disperindagkop, LSM, dosen, dan lembaga mahasiswa tersebut bertajuk “Kewirausahaan Untuk Keberdikarian Bangsa”. Acara sekaligus ditandai dengan Bedah Buku Ekonomi Kerakyatan yang menghadirkan Awan Santosa, S.E, M.Sc selaku penulis buku dan dosen dari FE UMBY, Ir. Syahbenol Hasibuan dari Dekopinda DIY, dan moderator Yuni Kurniyatiningsih, SH dari Sentra Ekonomi Kerakyatan (SEKRA).
Dr. Ir. Wisnu Adi Yulianto, MP selaku Wakil Rektor I dalam sambutannya menyampaikan harapan dengan keberadaan PSKw akan mendukung ke arah terwujudnya UMBY sebagai Kampus Wirausahawan (Entrepreneur University). Dengan PSKw diharapkan UMBY dapat memberikan kontribusi lebih besar lagi dalam upaya membangun kemandirian bangsa Indonesia di berbagai bidang.
Dr. Ir. Bayu Kanetro, MP selaku Ketua PSKw UMBY dalam paparannya menegaskan bahwa PSKw UMBY mengemban misi untuk membangun karakter wirausaha mahasiswa yang kreatif dan inovatif sebagai modalitas berusaha. PSKw juga akan memfasilitasi pengembangan usaha mahasiswa di antaranya melalui dukungan pendanaan, aplikasi Ipteks, kemitraan, pelembagaan, dan pemasaran produk usahanya.
Dalam sesi bedah buku, Awan Santosa, S.E, M.Sc selaku penulis buku menyampaikan bahwa kewirausahaan yang akan dikembangkan PSKw hendaknya berbasis keilmuan dan pararel dengan peningkatan keberdikarian bangsa. Hal ini untuk menjawab persoalan ketidakberdikarian yang dikupas dalam bukunya, ditunjukkan dengan lima sifat ekonomi Indonesia. Pertama, tetap menjadi supplier bahan mentah bagi bangsa (perusahaan) luar negeri. Kedua, masih menjadi pasar bagi produk-produk bangsa (perusahaan) luar negeri. Ketiga, makin menjadi tempat pemutar kelebihan kapital dari luar negeri. Keempat, berbagai produk UU ekonomi yang disusun dan dipesan pihak luar negeri, dan Kelima, menjadi supplier tenaga kerja yang bersedia diupah murah bagi perusahaan luar negeri.
Ir.Syahbenol Hasibuan dari Dekopinda DIY sebagai panelis menyampaikan bahwa kewirausahaan hendaknya dikaitkan dengan upaya pemberdayaan koperasi rakyat sebagai salah satu pilar keberdikarian bangsa. Konsep ekonomi kerakyatan yang tertuang dalam buku yang didiskusikan tersebut dapat menjadi panduan bagaimana keberdikarian bangsa di berbagai lini diwujudkan. Dengan begitu ke depan ekonomi Indonesia tidak lagi rapuh karena terlalu tergantung pada kekuatan ekonomi dari luar. (gandung)
Salam…
Entrepreneurship is a good solution to our country…
Jumlah wirausahawan di negara kita masih minim, jika dibuat dalam skala prosentase hanya mencapai angka 0,18% saja dari seluruh penduduk indonesia…
Wajah ceria sangat tergambar pada wajah saya ketika ada institusi yang mendorong peningkatan entrepreneur di indonesia, salah satunya adalah SEKRA..
SEKRA memberikan pemahaman batapa pentingnya membangun perekonomian di negeri sendiri…. Perlu kita ketahui, bahwa seorang entrepreneur mempunyaii kebebasan yang tiada tara……. dia mempunyai kebebasan waktu, bebas dari supervisi orang lain, yang jelas entrepreneur mempunyai kebebasan untuk mementukan jumlah uang yang akan masuk ke dalam kocek kita,,, entrepreneur mempunyai peran penting bagi perekonomian nasional…
Dengan bebrwirausaha kita tidak harus minta uluran tangan pada perusahaan luar negeri, kita mencoba untuk berdikari… selanjutnya kenyataan akan berbalik, kita yang kemudian akan mengulurkan tangan kita pada perusahaan luar negeri…
Pahami ekonomi negeri sendiri, ekonomi kerakyatan…