Saatnya MERDEKA Lagi!
“Demokrasi politik saja tidak dapat melaksanakan persamaan dan persaudaraan. Di sebelah demokrasi politik harus pula berlaku demokrasi ekonomi. Kalau tidak, manusia belum merdeka, persamaan dan persaudaraan belum ada. Sebab itu cita-cita demokrasi Indonesia ialah demokrasi sosial, melingkupi seluruh lingkungan hidup yang menentukan nasib manusia” (Hatta)
Satu per satu kekayaan bangsa seperti halnya minyak, gas, air, hutan, batu bara, dan emas telah berpindah penguasaan ke perusahaan asing. Perusahaan milik negara (BUMN) pun tinggal menunggu giliran privatisasi –yang kian serupa dengan rampokisasi, asingisasi, dan korporatokratisasi–. Pun, anggaran negara (APBN) terus terkoyak akibat jebakan utang lama, yang selalu harus dibiayai dengan pembuatan utang baru dari luar negeri.
Mengikuti Hatta di atas, maka negeri ini belum benar-benar merdeka.
Akhirnya, telah nyata akibat tergadaikannya kedaulatan ekonomi bangsa. Krisis energi (BBM, listrik, gas, dan batu bara) beriringan dengan parade kemiskinan dan pengangguran di negeri kaya SDA ini. Jelaslah, tidak akan besar dan maju sebuah bangsa sebelum ia sanggup berdiri tegak, sejajar, dan segera berhenti bergantung pada bangsa lain. Pun, tidaklah makmur sebuah negeri jikalau terus-menerus sekedar menempatkan diri sebagai kuli di negeri sendiri.
Kini saatnyalah merajut kembali amanat (cita-cita) proklamasi dan konstitusi pendiri bangsa. Kemerdekaan dan kedaulatan ekonomi yang menjadi ruh ekonomi kerakyatan haruslah digelorakan kembali, agar menjadi cita-cita bersama seluruh elemen anak bangsa. Cukup sudah banyak rasa sakit ini, saatnya merdeka lagi!!
saya sependapat dengan Anda, Indonesia memang dapat qt rasa selama ini belum mendapatkan kemerdekaan secara hakiki. meskipun secara fisik tidak tampak, tetapi tetap ada penjajahan yang kita rasa..
secara pola pikir, kita telah dijajah..
dapat qita lihat dari generasai muda sekarang ini, yang tampak begitu tidak peduli dengan bangsanya..hal ini tidak terlepas dari peran orang tua yang mengasuh mereka, tetapi lebih luas lagi, sumber lain adalah pemerintah.
apakah pemerintah sudah cukup peduli dengan rakyat kecil??
karena saya masih merasa hanya segelintir orang saja di pemerintah yang culup peduli..
yang lain kemana??
saya hanya mw menekankan lg, penjajahan pola pikir dan ekonomi sekarang mendominasi, apakah bangsa kita sanggup menghadapi arus deras yang di hadapi dunia?? ataukah bangsa qt akan terhanyut begitu saja dan kehilangan pancasila??
indahnya ketika negeri ini benar-benar bisa merdeka, merdeka yang sesungguhnya
merdeka secara politik memang perlu untuk pengakuan kita di mata dunia,
tapi tentu sangat perlu sekali bagaimana rakyat kita bisa sejahtera seluruhnya…… tidak hanya kaum tertentu saja yang merasa sejahtera.
kemandirian adalah sesuatu yang harus kita wujudkan untuk kita bisa benar-benar merdeka. tak ada penjajah yang menginginkan kemerdekaan untuh bagi tanah jajahannya, mungkin juga hanya sebuah iming-iming, agar kita mau menjadi aktor dari sebuah sistem yang mereka jalankan. ironi memang, ketika kita, atau orang yang kita percaya untuk memegang amanah telah berada dalam satu sistem didalamnya.
mari kita wujudkan kemandirian………untuk merdeka!!!!!

setuju..indonesia belum merdeka secara total..mari kembali kepada diri masing-masing sebagai warga negara indonesia yg ber kedaulatan,dan mencapai kembali keutuhan merdeka bagi bangsa ini..
terima kasih buat artikelnya..banyak yg memotivasi diri saya pribadi untuk memulai proses..menuju indonesia merdeka secara utuh..dimana saya mulai dari diri sendiri.