Surat Terbuka Untuk Dosen2 Fakultas Ekonomi se-Indonesia
Salam teriring doa semoga dalam menjalankan tugas Bapak/Ibu senantiasa mendapat limpahan rahmat dan hidayah Allah SWT.
Bapak/Ibu Yth, sungguhpun ekonomi kerakyatan telah lama menjadi amanat konstitusi (Pasal 33 UUD 1945), namun keterapannya saat ini kiranya masih jauh dari yang diharapkan. Liberalisasi dan privatisasi sektor-sektor ekonomi strategis justru kian mengukuhkan ketimpangan struktur ekonomi Indonesia. Bukan saja karena segelintir elit pemilik korporasi yang kini menguasai mayoritas aset dan kue produksi nasional, tetapi juga karena mereka sebagian besar berasal dari luar negeri.
Oleh karenanya, dalam rangka menyebarluaskan dan mewujudkan pemikiran, konsep, dan praktek ekonomi kerakyatan sesuai amanat konstitusi, maka Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Sentra Ekonomi Kerakyatan (Sekra), dan Mubyarto Institute merekomendasikan inisasi mata kuliah Ekonomi Kerakyatan di kurikulum Fakultas-Fakultas Ekonomi di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Sehubungan itu, kami mengajak Fakultas Ekonomi di perguruan tinggi Bapak/Ibu untuk turut serta dalam mengemban amanah dan misi ekonomi konsitusi ini. Adapun gambaran silabus, materi ajar, dan referensi (buku ajar) ekonomi kerakyatan seperti yang telah diajarkan secara formal di Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta selama 1 tahun terakhir, kami lampirkan. Di samping itu. kami secara sukarela akan berusaha mendukung persiapan dan perwujudan program inisiasi ini di perguruan tinggi Bapak/Ibu.
Demikian rekomendasi dan ajakan ini kami sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Hormat kami,
Ketua Bidang Diklat Mubyarto Institute
Awan Santosa, S.E, M.Sc
itu sangat bagus karena melihat perekonomian di indonesia saat in sangat tidak imbang…darimana dilihat sisi eksternal dan internal dinegara indonesia ini.semoga hal ini menjadi penyeimbang.. dan agenda yang diadakan ini akan bermanfaat
Asslm. Pak Awan, saya ingin mengomentari tentang perkuliahan selasa 23/ 03/10 mengenai beberapa pernyataan yang anda sampaikan tadi. sebelumnya saya sangat tertarik dengan pernyataan anda mengenai banyaknya investor asing yang menduduki berbagai perusahaan di indonesia. saya berpendapat, mengapa dengan mudahnya investor asing banyak masuk ke negara ini?, mungkin saya kira hal tersebut berkaitan dengan nasionalisme masyarakat indonesia itu sendiri. banyak perusahaan-perusahaan besar bahkan BUMN yang begitu mudahnya jatuh ke tangan orang asing. saya masih sangat kecewa dengan kasus PT.indosat yang jatuh ke tangan Singapore Technologies and Telemedia (STT). bila orang-orang indonesia yang terkait di situ mempunyai semangat nasionalisme yang tiggi, saya kira tidak akan banyak perusahaan2x di indonesia yang jatuh ke tangan orang asing. mungkin saya ingin memberi masukan kepada pak Awan agar dalam perkuliahan selanjutnya, anda akan menyinggung sedikit tentang masalah nasionalisme di indonesia, karena nasionalisme sangat berpengaruh terhadap permasalahan2x ekonomi di negara ini. terima kasih wasslm. (Mhs UMBY-Manajemen)
99,9% + 00,1% ,, setuju pak karna dapat mendorong keterbukanya jalan perekonomian Indonesia ini tidak semakin lemah atau tersendat2.Apa jadinya bila negara Indonesia ini di jajah kembali dalam kutip “di rampas orang asing”. ??
Maka dari itu semangat ’45 untuk juangkan ,, satukan ,, wujudkan dan bangun jiwa nasionalisme bangsa Indonesia.
thx ..
tetap semangat pak !!
Assalamualiakum wr. wb
Saya setuju sekali dgn apa yg dikatakan oleh Sdr. Lazuardi Rahman. Untuk membangun perekonomian diperlukan jiwa nasionalisme dari para generasi penerus. Saya melihat banyak sekali orang Indonesia yang mempunyai keahlian tinggi malah memilih menetap dan bekerja di luar negeri. Alasan utamanya adalah penghasilan yang cukup tinggi dan penghargaan terhadap keahlian yang mereka miliki. Saya pernah membaca di internet Profesor termuda di Amerika adalah orang Indonesia. Dia adalah Prof Nelson Tansu. Dia kini lebih memilih tinggal di Amerika dan mengembangkan keahliannya disana. Lagi2 karena alasan penghasilan dan penghargaan. Dia merasa iklim perekonomian disana lebih mendukung untuk melakukan riset2. Contoh lainnya adalah mantan presiden Bp. Habibie. Sebelum menjabat menjadi presiden beliau adalah mantan MENRISTEK. Lulusan Jerman yang bergelar profesor ini berhasil merakit pesawat Gatotkaca N250. Keahliannya sangat diakui dunia. Namun setelah terjadi krisis ekonomi dan tidak lagi menjabat sebagai presiden, keahliannya seperti tidak dibutuhkan lagi di negara kita. Karena alasan inilah mungkin kini beliau memilih tinggal di Jerman.
Melihat fenomena diatas, mungkinkah negara kita ke depannya akan mampu membangun ekonomi kerakyatan, sementara disisi lain masyaratnyapun seperti acuh tak acuh terhadap kondisi perekonomian. Bagi mereka yang terpenting adalah mencari uang untuk hidup.
Disisi lain, menurut saya masyarakat kita kebanyakan bermental buruh dan hanya mengandalkan gaji. Yang belum tentu gajinya itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin kompleks. Agaknya akan susah merubah persepsi masyarakat semacam itu. Terimakasih(Elia/Mhs UMB Mnj).
asslamualaikum……
saya sependapat dengan apa yang bapak utarakan….
saya senang dengan materi dan mata kulih yang bapak ajarkan,,karena saya ingin tahu sekali dan mau belajar tentang perekonomian diindonesia….
saya ingin bertanya kepada bapak….
mengapa investor2 asing mudah sekali menduduki perusahaan2 diindonesia…
terima kasih…
Andi istungkoro
wasslamuallaikum….
assalamualaikum…
saya senang dengan kuliah yang bapak ajarkan…saya juga setuju dengan pendapat bapak tentang kondisi ekonomi kerakyatan…hanya saja, tentu juga ada hal_hal yang patut kita banggakan..karena semua hal dapat dilihat dari berbagai sisi…menurut bapak, apa saja yang dapat kami lakukan sebagai mahasiswa ekonomi untuk memajukan ekonomi kerakyatan???
trimakasih…
wassalamualaikum..
assalamualaikum wr.wb.
saya puput astiyani(09051008). saya sangatlah setuju dengan ide ide bapak bahwa ingin mengajak para dosen – dosen diseluruh indonesia untuk mengemban amanahnya dengan sebaik – baiknya terutama didalam bidang ekonomi indonesia yang semakin hari makin menipis!!!!!!!!!!!!!. supaya bapak ibu dosennya mau mengajarkan tentang ilmu ekonomi yang benar dan para mahasiswanya mengerti bahwa kekayaan alam yang kita miliki ini hampir semuanya sudah di tangan bangsa asing.
terima kasih
syukron
wassalamuallikum wr.wb
rahma: menurut saya tidak hanya dosen2 fakultas ekonomi se-Indonesia saja yang perlu mendapatkan surat terbuka dari bapak….
maaf sebelumnya, bukankah penjalan sistem ekonomi di negara kita tercinta ini adalah seluruh warga masyarakat Indonesia?
awal mula pemikiran yang sewaktu dewasa adalah ketika seorang pemuda-pemudi kita diajar dan dibesarkan di Sekolah Menengah Atas….
sungguh sangat efektif jika pembelajaran tentang Ekonomi Kerakyatan itu bisa diajarkan di SMA-SMK di Indonesia ini….
karena saya mengalami sendiri, saya bukanlah anak yang dididik di kelas IPS, sehingga saya tidak tahu tentang perekonomian Indonesia….
betapa tidak apa yang diajarkan kepada kami (anak-anak IPA) adalah ilmu-ilmu eksak yang jauh dari pemikiran tentang EKORA ini….
dan yang saya ketahui, di sebagian besar sekolah2, baik di jateng maupun diy dan lainnya, anak-anak eksak mempunyai IQ yag lebih,maaf, bukannya saya itu telah membeda-bedakan….tapi bisa kita lihat dengan adanya berbagai olimpiade2 sains di Indonesia yang juga sering menjuarai di kancah dunia.
dan orang-orang pandai dan terdidik di negeri ini hanyalah akan dijadikan sebagai alat-alat produksi perusahaan perusahaan multinasional maupun perusahaan asing.
dan sungguh pahit sekali kenyataannya ketika mereka semua bangga dan menjunjung korporasi-korporasi itu.
dan itu tentu saja bukanlah kesalahan mereka, karena pemikiran mereka dididik dan dibesarkan oleh guru-guru mereka.
lebih baik kiranya jika yang mendapatkan pengajaran tentang EKORA bukan hanyalah mereka-mereka yang mengenyam pendidikan ekonomi saja,
dan alangkah baiknya jika semua warga bisa mendapatkan pengetahuan itu….
insya Allah…..
ass….
saya reni anak manajemen,,,saya sangat setuju dengan adanya pemberitahuan kepada semua dosen yang ada di seluruh universitas-universitas.karena dengan demikian kita mampu mengenal lebih dalam lagi apa itu makna ekonomi kerakyatan di indonesia.Dan saya setuju dengan saudara rahma bahwa tidak hanya mereka yang mengenyam pendidikan ekonomi saja..tapi semua semua fakultas agar mereka mengerti dan paham dengan perekonomian rakyat kita saat ini dan mampu membangun kembali perekonomian rakyat agar kembali pulih dan memperbaiki sistem ekonomi.pada saat ini banyak pemodal asing yang masuk dan menanam modal di indonesia,bahkan sebagian dari mereka sudah menguasai perkebunan dan tambang emas.Sehinnga koperasi-koperasi di indonesiasudah tidak ada tempatnya lagi dalam sistem ekonomi.
saya rasa cukup sekian……terima kasih
Asslm…………
sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada pak Awan yang memberikan kesempatan kepada saya untuk memberikan pendapat dari saya.
sebelumnya saya ingin menaggapi apa yang telah diutarakan oleh saudara Lazuardy rahman,sebenarnya saya setuju dengan pendapat lazuardy rahman bahwa sudah banyak perusahaan serta pemodal asing yang masuk ke indonesia malah untuk sekarang-sekarang ini sudah semakin merajalela,belum lagi dengan di bukanya perdagangan bebas yang telah dibuka pada awal tahun ini.
Namun, bila menurut saya semua apa yang diutarakan hal diatas itu menimbulkan dampak negatif bagi bangsa indonesia,karena sebagaimana kita ketahui bahwa angka pengangguran di indonesia itu msih sangatlah tinggi,dan menurut saya dengan masuknya pemodal asing ke indonesia itu cukup membawa dampak positif setidaknya dapat mengurangi tingkat pengangguran di indonesia,karena pemodal asing tersebut mendirikan suatu perusahaan dimana pemuda-pemuda di indonesia dapat memiliki kesempatan untuk bekerja selain itu dengan adanya hal tersebut akan menimbulkan sistem alih tekhnologi.
terimakasih.
wsslm
Ass…
saya ingin berpendapat mengenai perkuliahan 24/03/2010,
pada saat bapak menerangkan tentang mata kuliah khususnya yang membahas tentang sumber-sumber produksi,saya mendengar bapak menyampaikan bahwasannya semua sumber-sumber produksi ,khususnya yang berupa semua kekayaan alam yang ada itu di miliki oleh negara dan semua itu ditujukkan untuk bangsa indonesia,tapi pada kenyataannya kekayaan alam itu sebagian besar, itu dikuasai atau diambil alih oleh bangsa asing(Amerika serikat,Perancis dll).Tapi yang menjadi pertayaan besar bagi saya ”Mengapa bangsa indonesia yang selalu menjadi sorotan utama dalam masalah tersebut”?banyak anggapan kalau bangsa indonesia itu tidak mampu untuk mengelolah sumber daya alam yang ada,padahal apabila kita melihat kenyataan keadaan bangsa indonesia khususnya dalam bidang ekonomi itu jauh dari apa yang dinamakan kesejahteraan,tapi sebaliknya permasalahan ini kita kembalikan lagi kepada pemerintah seharusnya pemerintah itu harus mampu berpikir apa dan bagaimana langkah-langkah yang harus di lakukan,agar semua kekayaan alam yang kita miliki itu dapat di kelolah oleh bangsa sendiri dan hasilnya itu dapat di tujukkan untuk kemakmuran bangsa….
mungkin langkah -langkah awal yang bisa di lakukan itu dengan membuka balai pelatihan kerja di masing-masing daerah,dan mengembangkan keahlian -keahlian khususnya untuk para pemuda -pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan,dan harapanya sekeluarnya dari kegiatan itu apa yang didaptkan dapat diwujudkan dalam bentuk usaha sendiri yang mana sumber bahan baku atau kekayaan alam itu dapat kita kelolah sendiri.
Mungkin dengan cara-cara itu mampu mengurangi permasalahan yang di hadapi bangsa indonesia saat ini.
terimakasih
wasslm………..
sebagai mahasiswa saya sangat mendukung gagasan yang di lakukan ini karena bagi mereka yang ingin berpartisipasi untuk menyampaikan aspirasi , gagasan, ataupun dukungannya dapat dicurahkan karena sebagian dari ornang-orang yang sulit mengutarakan pandangan mereka dari yang tidak setuju atau pun yang mendukung , dengan ada nya pembelajaran tentang ekonomi kerakyatan negara kita saya yang sebelumnya kurang mengerti menjadi lebih tahu tentang perekonomian yang ada dan sedang di jalan kan oleh negara kita,
Assalamuallaikum Wr.Wb……..
Saya amat tidak setuju apabila negara kita tercinta ini(negara indonesia),tanah kelahiran kita, tanah dimana kita dilahirkan dan dibesarkan diserahkan ke pihak luar negeri…… harus kita tengok kebelakang beberapa tahun lalu ketika indonesia masih terjajah oleh bangsa luar. betapa hancurnya bangsa kita ini, bapak presiden kita pertama kali (soekarno) dan para pahlawan lainnya rela mempertaruhkan nyawanya demi anak bangsa nanti (penerus bangsa kita ini).
beliau bapak Wr.supatman menciptakan lagu kebangsaan (indonesia raya) apalah artinya semua itu??????????, apalah arti kata merdeka jika semua itu berlawanan arah dengan kenyataannya hingga sampai saat ini.
harusnya kita semua menghargai perjuangan – perjuangan para pahlawan itu semua mempertahankan bangsa indonesia ini demi anak bangsa yaitu, salah satunya dengan menjaga dan melindungi bangsa ini dari tangan – tangan yang tidak bertanggung jawab…………………………
tak seharusnya kita menjual negara kita tercinta ini ketangan orang yang tak bertanggung jawab.
terima kasih
wassalamuallaikum Wr. wb
rahma : assalamualakum….
dari perkuliahan yang selama ini saya ikuti maka saya dapat mengambil kesimpulan.
disini akan saya uraikan di bawah ini.
‘menyingkap tabir kebenaran di balik tirai kebijakan pemerintah kita’…….
Indonesia….adalah negara yang kaya akan sumber daya alam…. baik itu sumber daya alam yang dapat diperbaharui maupun sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
‘tapi mengapa Indonesia yang begitu kaya, tetapi begitu miskin?’
kesalahan tatanan ekonomi yang membuahkan berbagai kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat!
salah satunya adalah kebijakan tentang PRIVATISASI….
melalui privatisasi ini yang digembor-gemborkan oleh pemerintah adalah suatu kebijakan yang efektif untuk mensejahterakan rakyatnya, tetapi mereka semua menghianati amanah yang telah rakyat kita berikan kepada mereka.
begitu tidak dengan adanya privatisasi ini berarti bahwa kekayaan milik bersama masyarakat telah berpindah tangan menjadi milik swasta.
adanya privatisasi ini berarti pemerintah secara tidak langsung telah melepaskan peranan serta tanggung jawabnya dalam mengelola sumber ekonomi untuk mensejahterakan masyarakatnya.
privatisasi, ditandai dengan penguasaan sektor-sektor vital yang menguasai hajat hidup orang banyak yang dikuasai oleh pihak-pihak swasta, termasuk di dalamnya adalah pihak swasta asing.
menghianati….. pemerintah yang seharusnya mengelola sumber daya alam yang hasilnya untuk kesejahteraan rakyat bersama, yang seharusnya merupakan suatu pelayanan pemerintah kepada rakyatnya, telah berubah tujuan menjadi tujuan yang komersial.
rakyat Indonesia, sebenarnya adalah masyarakat yang memiliki bersama segala kekayaan yang ada dan dilimpahkan oleh Allah SWT di bumi tercinta kita ini.
tetapi lucu dan aneh, ketika kita sebagai pemilik yang sebenarnya harus membeli apa yang kita miliki tersebut dengan harga yang mahal.
pemerintah seharusnya menjalankan amanahnya dengan juga mengimbanginya dengan suatu bentuk pelayanan yang bersifat sosial dan tidak bersifat komersial.
suatu pelayanan yang baik adalah pemerintah memberikan barang dengan harga yang tidak menyusahkan masyarakat tentunya, dan dengan jumlah barang yang cukup.
sebaliknya jika tujuannya adalah komersial maka tentu saja memusatkan pada keuntungan yang sebesar-besarnya, tanpa peduli apa yang telah mereka kuras serta dampak apakah yang akan ditimbulkan dari apa yang telah mereka perbuat itu!
tidak seperti itu seharusnya pemerintah yang telah diberi kuasa untuk menjalankan amanah rakyat itu.
pemerintah seharusnya tidak bergantung pada apa yang disebut sebagai pemberi pinjaman atau utang luar negeri.
seharusnya pemerintah bisa melakukan pembebasan BUMN BUMN kita dari tangan-tangan swasta.
utang yang terlanjur menggelembung tidak seharusnya dibayar dengan privatisasi BUMN yang menguasai hajat hidup orang banyak.
utang seharusnya dibayar dengan ketegasan dan alternatif lain, seperti mengelola BUMN secara profesional dan kit abisa menyita harta koruptor-koruptor yangtelah menghianati rakyatnya.
bahwa sebenarnya penghianatan itu harus dibayar mahal suatu saat nanti….
menurut saya tentang cara mengajar bapak sudah bagus. hanya saja saya ingin kasih masukan bahwa mata kuliah perekonomian indonesia dilengkapi dengan handout. jadi setiap habis kuliah ada panduan untuk belajar.
matur nuwun.
asslamualkaikum
menurut pendapat saya tentang surat terbuka untuk dosen-dosen fakultas ekonomi sangat bagus karena untuk menunjang perekonomian indonesia yang saat ini lagi morat-marit tidak karuan,sehubungan dengan itu banyak masalah-masalah korupsi dinegri ini,yang lagi panas-panasnya masalah gayus tambunan,dia hanya pegawai negri golongan 3A tp penghasilannya sangatlah banyak dan di usia 30 dia sudah mencapai kesuksesan dan mempunyai 23 rekening…..
tapi belum tentu juga kesuksesan yang dicapai saat ini belum tentu mulus hasil jerih payah sendiri…..
terima kasih pak,,,besok tambah lagi….
wasslamualaikum….
menurut saya tentang kuliah minggu kemarin,saya mengkritisi bagaimna sejarah yang selalu mengikuti pasang surut perkembangan jaman dari orde lama orde baru,sehingga dari penulisan ini di surat edaran,saya sangat setuju.karena itu sebgai pengawasan tentang perkembangan ekonnomi yang morat-marit.tapi dalam hal iniindikator yang penting.adalah revolusi ekonomi…sehingga keadaan ekonomi stagnan.trimzzz
trimzssssssssssss…………….sblmnya.
kalau bisa setiap pertemuan diberi handout agar mahasiswa bisa mengikuti mata kuliah bapak dgn baik………………
kalau menjelaskan jangan terlalu cepat.
saya sudah cukup senang dengan cara bapak mengajar minggu kemarin, karena bapak sudah berusaha menerangkan dengan sejelas-jelasnya kepada kami tentang bagaimana sejarah perkembangan indonesia kita. bagaimana negara kita dulu dijajah sampai bisa merdeka seperti sekarang ini, tapi alangkah lebih baik jika kita diberi panduan materi seperti apa yang sedang bapak terangkan saat itu. jadi biar ada sedikit gambaran gitu lho pak.makasih….
kulo nuwun bapak…
pak melalui critical ini saya ingin menyampaikan beberapa ulasan tentang topik yang telah bapak tadi berikan yaitu “mengenai keuangan negara dan hutang luar negri”
yang ingin saya ulaskan adalah bagaimana dampak investasi asing bagi indonesia jika hutang luar negri di hentikan ?
ulasan 2 : dalam era globaliasi ekonomi dunia dalam persaiangan yang semakin ketat tidak hanya dalam perdagangan namun juga dalam investasi internasional saat ini,apakah indonesia masih menarik bagi investasi asing?atau apa ada daya tarik indonesia yang relatif dibandingkan dengan negara – negara lain untuyk menarik investasi asing tersebut ?
Assalamuallaikum wr.wb
saya sependapat dengan apa yang dikemukakan oleh bapak tadi ketika masih kuliah. yaitu tentang haramnya merokok terutama bagi warga indonesia. tetapi pada kenyataannya semua itu berkebalikan dengan sesungguhnya. banyak para remaja – remaja indonesia bahkan anak – anak pun sudah merokok, harus kita sadari sesungguhnya bahayanya merokok itu amat tidak baik untuk kesehatan mereka sendiri misalnya, menyebabkan jantung,asma,kemandulan bagi seorang wanita,paru – paru, dll.
tapi kenapa hingga sampai saat ini mereka semua masih merokok?akan sampai kapan mereka merokok??belum sadarkah mereka tentang bahayanya merokok?
terima kasih
wassalamuallaikum wr.wb
asalamualaikum
pak awan, saya hanya ingin meminta pendapat kepada bapak terhadap perkembangan industri kreatif yang kini mulai merayap dan dijadikan sumber penghidupan bagi sebagian orang. apakah itu juga sudah termasuk salah satu dari berjalannya ekonomi kerakyatan di negeri kita? trus ada lagi pak,,saya sangat hoby melihat tv yang programnya mendidik seperti hidup ini indah di trans tv dan sejenisnya, malah dari situ saya bisa melihat benyak masyarakat indonesia yang ternyata sudah sangat berkembang dan mimiliki usaha. bahkan kadang saya malah baru tau ternyata beberapa atribut yang saya pakai seperti sandal cantik, tas dan aksesoris lainnya ternyata buatan orang2 desa. bahkan k24 ternyata yang punya juga orang jogja. dari situ saya semakin tertarik ingin punya usaha sendiri. tapi yang saya sayangkan sepertinya usaha yang seperti itu masih banyak dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat kita sendiri. padahal saya yakin orang2 seperti mereka lah yang mampu memberikan hidup bagi sebagian orang. menurut bapak apakah yang sebaiknya saya lakukan sebagai orang yang terpilih bisa mendapatkan pendidikan lebih dan mampu membagikan ilmu saya kepada mereka?? terimakasihhhhhh…wasalam
‘Penjajahan telah membekas layaknya luka’
Ibarat kita terluka oleh sesuatu maka tentunya itu akan meninggalkan bekas ataupun goresan,
Tak berbeda dengan yang namanya penjajahan.
Jika kita runtut akar permasalahan ini akan berujung pada ketika apa yang disebut sebagai kongsi dagang atau persekutuan dagang milik belanda menelusup dan merasuki perekonomian di negeri kita ini…
VOC bukanlah sekelompotaan militer yang kejam menyiksa rakyat kita secara fisik, tapi dampak dari rangkaian kegiatan yang telah dilakukan oleh VOC merupakan awal dari dampak ekonomi yang kita rasakan sekarang ini.
VOC atau kongsi dagang merupakan suatu perussahaan yang wajar bila suatu saat ia harus bangkrut… dan bangkrutla ia….
But, dengan gulung tikarnya VOC bukan berarti kita telah bebas dari yang namanya penjajahan.
Ini semua dilanjutkan dengan pemerintah belanda dan dilanjutkan lagi oleh korporasi2 besar asing yang biasa kita namai dengan perusahaan perusahaan raksasa.
Proklamasi Kemerdekaan RI bukan merupakan suatu hambatan untuk melanjutkan suatu sistem yang telah ditanamkan oleh yang pertama kali menyentuh perekonomian kita. Padahal sudah jelas sekali apa yang di cita-citakan oleh bangsa kita ini.
Era orde baru semakin membuat sistem kolonialisme tersebut kembali dengan pintu yang lebih terbuka lebar.
Ini semua ditandai dengan kembalinya pemerintah kita dalam membayar utang utang belanda, Penanaman Modal Asing, dan bergabungnya kembali bersama IMF, sehingga membuka jalan-jalan dan lubang menuju utang-utang luar negeri.
Seperti slogan yang telah akrab kita dengar yaitu ‘LANJUTKAN’ seperti hal nya dengan penjajahan yang ada di nusantara ini telah dilanjutkan oleh pemegang-pemegang amanah yang dipercaya dan dipilih oleh rakyat?
‘APAKAH ITU SUATU PENGHIANATAN?
Sebenarnya kita semua mengetahuinya, tapi mengapa kita sembunyikan? Dan seolah-olah kita tidak mau tahu dengan itu semua.
Kita tidak hanya boleh meratapi nasib saja yang demikian menganga lukanya,
Tapi bagaimana kita bisa merubah yang namanya sistem perekonomian di bumi kita tercinta ini…..
Bagaimana kita bisa berdikari dan lepas dari ketergantungan utang utang luar negeri yang semakin menjebak jebak kita, memerangkap kiat dengan BULU DOMBANYA itu?
Mari kita luruskan dan dukung koperasi kita!
Tegakkan dan junjung amanat konstitusi kita!
Dukung dan jalankan alternative untuj merealisasikan keberdikarian bangsa dengan PTDes dan BUKRY!
Semangat dan Allahu Akbar!
Asllm.
Saya sepakat dengan gagasan bapak karena dengan itu… inzaAllah berkat mahasiswa yang telah mempelajari ekonomi kerakyatan d universitas mereka masing-masing dapat nilai positif dengan secara langsung atau tidak langsung akan memberitahukan kepada para masyarakat yang nota bennya belum mengetauhi betul pincangnya.. ekonomi di negara kita.
Pak maaf kalau saya lancang.. bapak ngajarnya agak kecepatan jd kadang buat saya pribadi kurung tangap trhadap omongan bapak dan kalau bisa suara bapak agak di kerasin dikit pak..
maAf y.. pak..
makasih…
wahid (09051024) manajemen 2009
WasAlLAm..
Assalamualaikum wr.wb…………….
Saya ingin berpendapat tentang perkuliahan pada hari selasa (6/4/10) tentang utang luar negeri.
Apabila berbicara mengenai keuangan negara ,maka yang ada di pikiran kita adalah dari manakah sumber keuangan itu didapatkan,namun dalam hal ini cendrung digunakan untuk apakah sumber keuangan tersebut,salah satunya adalah digunakan untuk pembiayaan.
Namun dalam pembiayaan tersebut bukanlah ditunjukkan untuk kemakmuran bangsa,tapi sebaliknya pembiayaan tersebut di gunakan untuk keperluan atau untuk kepentingan bagi individual,yang mana dalam hal ini sangat merugikan bangsa indonesia,serta memberikan beban sangat berat bagi tiap bangsa indonesia secara individual tentang beban hutang yang harus ditanggung akibat dari hutang yang berlarut-larut dan menyebabkan sebagian besar sumber kekayaan yang di miliki bangsa indonesia itu dikuasai oleh bangsa asing akibat dari adanya utang yang dilakukan pihak pemerintah namun pada kenyataanya bangsa indonesia itu tidak mengetahui kalau di negara indonesia yang tercinta ini yang memiliki berbagai sumber kekayaan alam melimpah itu memiliki hutang kepada luar negeri yang saat ini berkisar seribu triliyunan lebih,sedangkan APBN saat ini sebesar 1,16 triliyun, tapi apabila kita lihat utang yang dilakukan dengan luar negeri itu membawa dampak positif bagi bangsa indonesia walaupun hanya sebagian kecil saja,karena apa?semua apa yang di berikan kepada masyarakat indonesia sebagai contoh adanya pemberian dana Bos,BLT,PNPM serta RASKIN yang dapat membantu kehidupan masyarakat indonesia khususnya dalam bidang ekonomi,tapi hal itu tidak sebanding dengan apa yang telah diberikan kepada bangsa asing dari adanya komtimen mengenai utang dengan luar negeri tersebut.
Namun dalam pandangan saya dari sebagian apa yang diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat itu adalah salah satu cara yang hanya bertujuan untuk menutup-nutupi kedok dari para pelaku yang terlibat dalam urusan utang luar negeri tersebut khususnya pihak-pihak birokrasi,mungkin selain hal diatas bahwa semua apa yang di berikan itu hanya sebagai bukti agar bangsa indonesia itu berpikiran bahwa, pemerintah itu telah mampu memberikan apa yang selama ini bangsa indonesia harapkan tapi, secara tidak langsung bangsa indonesia itu belum sadar bahwasannya mereka memilki tanggungan yang sangat besar tiap individunya untuk melunasi utang luar negeri yang semakin bertambah bunganya.
Maka dari itu sebagai jiwa penerus bangsa yang telah mengetahui hal itu,hendaknya dapat menyikapi dan berpikir bagaimana agar apa yang masih kita miliki dari kekayaan alam jangan sampai dikuasai bangsa asing lagi……………..
Terima kasih
wassalamualaikum
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Diantara PTDes dan Bukry, saya lebih cenderung dan tertarik dengan PTDes. Alasan saya mengikuti PTDes adalah untuk membuat masyarakat desa menjadi maju dan lebih baik daripada masyarakat kota. PTDes merupakan suatu media yang dapat digunakan untuk mengangkat taraf kehidupan masyarakat desa menjadi lebih baik. Saya sangat senang karena dapat menjadi anggota PTDes. Insya Allah, saya akan berusaha dengan sebaik mungkin untuk mengubah dan mengabdikan diri demi kesejahteraan masyarakat desa. Saya memang berasal dari desa dan oleh sebab itu saya suka dengan segala bentuk kehidupan di desa.
Untuk saat ini, saya belum mengetahui agenda dan program apa saja yang akan dilakukan oleh PTDes. Agenda atau perencanaan memang diperlukan, akan tetapi jangan terlalu detail atau berlebihan. Apabila agenda yang sudah direncanakan itu tidak sesuai dengan target atau yang diharapkan, kita akan merasa kecewa. Saya malah lebih senang suatu kegiatan itu dilakukan secara spontanitas. Dengan cara seperti itu, saya rasa hambatannya relatif lebih kecil. Jikalau ada hambatan, dengan spontanitas juga kita akan sanggup untuk menyelesaikannya. Saya ingin PTDes ini secepatnya direalisasikan.
Disini saya ingin mengusulkan untuk mengangkat daerah desa di wilayah Kulon Progo khususnya daerah Kokap. Disana terdapat suatu waduk yang namanya “Waduk Sermo”. Waduk tersebut telah dimanfaatkan untuk pengairan dan pengolahan air minum. Namun menurut saya, pemanfaatan Waduk Sermo tersebut kurang maksimal. Petani nelayan disana pun hanya berskala kecil. Saya sangat prihatin dengan kehidupan disana. Suatu wilayah (waduk) yang mempunyai keindahan alam yang luar biasa indahnya dan banyak potensi lainnya yang bisa diolah, tetapi masyarakatnya selalu saja tertinggal. Sebenarnya apa sich yang salah?
Maka dari itu, saya ingin membimbing, mengangkat dan ikut mengelola dengan masyarakat disana untuk menjadikan kawasan Waduk Sermo menjadi lebih baik. Saya menginginkan kawasan Waduk Sermo dapat menjadi suatu kawasan obyek wisata yang bermutu dan mempunyai nilai income yang bagus. Dalam angan-angan saya, saya ingin menjadikan Waduk Sermo menjadi sama atau bahkan lebih baik dari Danau Bedugul (Bali). Selain untuk pengairan dan bertani ikan, kita juga bisa memanfaatkan air di Waduk Sermo tersebut untuk tempat berekreasi atau bermain. Sebagai contoh kita bisa menyediakan sepeda air untuk bermain atau berpacaran oleh para wisatawan. Lalu kita juga bisa membuat wisata out bound, perahu motor untuk berkeliling Waduk Sermo. Dan mungkin kita bisa menyediakan banana boats, jetsky, dan sebagainya untuk wisata air.
Selain itu, kita juga harus menyediakan kawasan di daerah Waduk Sermo untuk dijadikan sebagai restoran. Mungkin juga kita bisa membuat kaos atau pakaian-pakaian tentang Waduk Sermo untuk dijual kepada para wisatawan. Kita bisa menyuruh masyarakat disana untuk menjual pakaian tersebut dan membuka restoran disana yang dapat menambah income bagi mereka.
Oya, jangan lupa juga untuk menyediakan kawasan khusus bagi para pedagang kaki lima agar masyarakat kecil tidak tersisihkan dan tetap mempunyai penghasilan. Untuk kawasan parkir juga harus diperhatikan agar kawasan tersebut dapat tertata dengan rapi.
Mungkin hal itu saja dulu yang ingin saya sampaikan. Untuk hal lainnya yang belum sempat dibahas akan dibahas sejalan dengan realisasi PTDes. Saya juga tidak menutup kawan-kawan semua untuk memberi saran dan kritik kepada saya. Semoga hal yang saya impikan ini dapat terealisasikan. Saya minta dukungan dari kawan-kawan semua. Saya minta maaf apabila ada kata-kata saya yang kurang berkenan dan terima kasih atas perhatiannya.
PTDes, Salam Perbahan!
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
PETA JALAN EKONOMI KERAKYATAN INDONESIA
Assalamuallaikum wr.wb
Saya sangat setuju dengan yang diungkapkan oleh bapak tentang perjalanan ekonomi indonesia masa SBY – JK selama 3,5 tahun. Sby – jk sudah salah dalam mempimpin bangsa indonesia ini, beliau sudah membohongi semua rakyatnya dengan membawa bangsa ini dalam atau lebih mengacu kearah neokolonialisme bukan demokrasi ekonomi yang akan mengakibatkan terjadinya ke miskin,harga naik melonjak tinggi, pengangguran,dll. Selain itu masih tertutupnya sistem hukum kita,belum terciptanya lapangan kerja yang layak jadi masih banyak pengangguran.
Dapat kita lihat dengan masih adanya ketidak adilan, contohnya apa bila rakyat kecil mempunyai kesalahan kecil saja hukumannya sangat besar tetapi jika hal tersebut terjadi pada “penguasa” melakukan kesalahan yang besar, hukumannya tidak sesuai denagn apa yang dia lakukan.
Tetapi selain itu juga ada sisi kelebihannya yaitu pembentukan badan KPK walaupun di dalamnya belum tentu murni.
terima kasih
wassalamuallaikum wr.wb
ABOUT EKORA
Ekora atau apa yang biasa kita sebut dengan ekonomi kerakyatan merupakan amanah konstitusi yang telah menjadi impian dari bangsa tercinta kita ini….
Ekonomi kerakyatan berarti merupakan suatu yang menjadi tujuan kita dalam hidup berbangsa dan bernegara di umi pertiwi ini.
Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi ‘Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.’
As we know, koperasi merupakan badan usaha yang dicita-citakan oleh segenap bangsa kita.
Kita telah memproklamirkan Kemerdekaan lebih dari 64 tahun yang lalu, but, apa dengan waktu yang lama itu kita mampu mewujudkan apa yang telah dicita-citakan itu?
Why? Dengan waktu lebih dari setengah abad itu kita BELUM mampu merealisasikan apa yang telah dirancang 64 tahun lalu? Salahkah kita sebagai generasi penerus bangsa yang kaya dan besar ini?
Dari pasal tersebutlah kita tahu bahwa seharusnya kegiatan yang berkaitan dengan produksi haruslah dikerjakan OLEH semua elemen yang ada, UNTUK semua, dibawah pimpinan dan atau pemilihan anggota-anggota masyarakat.
Tapi apakah itu sudah terjadi?
BELUM atau TIDAK BISA kah kita mencapai itu?
Terlebih lagi dengan adanya PRIVATISASI, ALAT PENGUASA untuk menguasai apa yang bisa menguntungkan mereka. Sungguh tidaklah mulia semua itu. Amanah tidak dijalankan dengan semestinya dan bahkan menyimpang.
Jika produksi seharusnya dikerjakan OLEH semua maka dapat dipertegas dengan Pasal 27 ayat 2 UUD 1945 ‘Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Ini tentu saja merupakan amanah yang harus dijalankan.
Dan produksi UNTUK semua dapat juga dipertegas dengan adanya Pasal 34 UUD 1945 yang berbunyi ‘Fakir miskin dan anak telantar dipelihara olehh negara.
Lalu, mengapa masih banyak fakir miskin dan anak telantar yang jauh dari jangkauan tangan tangan penguasa kita? Salah apa mereka?
Pasal 33 ayat 2 dan ayat 3 UUD 1945 juga menjelaskan keduduan tentang ekonomi kerakyatan ini.
Pasal 33 ayat 2 UUD 1945, berbunyi ‘ Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.’
Tapi realisasi yang kita lihat sekarang apakah sesuai dengan apa yang terdapat dalam konteks UUD 1945 yang telah menjadi impian kita bersama? Privatisasi BUMN dan cabang2 produksi penting telah berubah pemilik, bukan lagi menjadi milik kita bersama, karena sebagian besar saham dari BUMN itu telah jatuh ke tangan2 orang2 yang bukan merupakan anak bangsa negeri ini sendiri.
Dan patutkah itu dibangga-banggakan menjadi suatu alat pertolongan agar BUMN tidak BANGKRUT?
TAK ADAKAH JALAN LAIN?
Pasal 33 ayat 3 UUD 1945, berbunyi ‘Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Jika air, mineral, berbagai kekayaan alam di bumi kita tercinta ini TELAH dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita?
Tak malukah mereka yang sebenarnya membohongi dan menghianati rakyat bangsa ini yang sebenarnya adalah pemilik asli dari kekayaan yang telah dilimpahkan oleh Yang Maha Kuasa?
Dapat kita ketahui bahwa semua itu telah berubah fungsi menjadi alat untuk mencari keuntunngan yang sebesar-besarnnya untuk kepentingan pribadi dan koleganya, tanpa memikirkan dan peduli dampak apa yang akan di implikasikan oleh perbuatan mereka itu!
Tapi saya yakin, semua itu akan berakhir jika semua anak bangsa mengetahui, sadar, dan mau bersatu untuk melawan apa yang sudah diselewengkan itu!
ide atau gagasan Bapak tentang mata kuliah ekonomi kerakyatan untuk di adakan di seluruh perguruan tinggi di indonesia sangat bagus, karena ilmu tersebut dapat membangun perekonomian di indonesia. dan saya harapkan para dosen atau pengajar untuk mengadakan mata kuliah tersebut. terutama fakultas ekonomi. karena sangat lucu sekali jika seseorang mengambil jurusan ekonomi, tetapi dia tidak mengerti bagaimana keadaan ekonomi di negaranya…
Rahma : assalamualaikum….
ODIOUS DEBT
Penjebak system perekonomian Bangsa kita.
Odious Debt atau Utang Najis adalah suatu alat yang digunakan oleh ‘penindas yang bertirai’ untuk terus me’LANJUTKAN’ imperialismenya di negeri kit atercinta, Indonesia ini.
Anehnya jebakan utang ini sangat didukung dan dilindungi oleh pemegang amanah rakyat yang dipilih serta dipercaya untuk mengolah segala sumber penghidupan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Jadi tentu saja itu akan sulit untuk dihindarkan bahkan dijauhi ketika itulah yang dijadikan oleh mereka-mereka itu sebagai alat untuk memenuhi dan memuaskan kepentingan mereka.
Ketika berbicara tentang keuangan negara, tentu saja kita akan berbicara tentang APBN.
Untuk sumber penerimaan APBN didapatkan dari pajak,bagi hasil SDA, cukai, dan hibah.
Untuk pengeluaran ada di belanja pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Dan lucu serta aneh ketika rencana untuk APBN tersebut yang dibuat selalu defisit, sehingga mengharuskan penguasa di bumi pertiwi ini mengambil langkah untuk Utang. Membuat utang-utang luar negeri yang baru, menambah dalam dan semakin dalam utang itu.
Apalagi Blue Book yang dibuat dan dikeluarkan oleh Bappenas, yang berisi tentang rencana utang-utang departemen-departemen kita kepada utang-utang luar negeri selalu mengalami peningkatan.
Utang seharusnnya tidak menjadi apa yang wajib dan selalu dilakukan oleh pemerintah kita. Utang yang bukan untuk tujuan demi kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyatnya. Tetapi merupakan utang yang digunakan untuk memperkuat posisi mereka, untuk tujuan-tujuan yang menyimpang dan jauh dari amanat konstitusi kita. Utang yang digunakan untuk semakin mensejahterakan segelintir orang yang bisa dihitung dengan jari.
Inilah yang membuat jurang antara konglomerat dan rakyat miskin jelat semakin menganga.
Utang yang benar-benar jauh dari kebaikan. Utang yang menyesatkan dan semakin menindas rakyat yang sejatinya adalah penguasa di negeri ini.
Inilah kisah klasik yang terulang ketika penduduk pribumi yang ditindas dan di desak-desak oleh penduduk pendatang yang lebih kuat. Sebenarnya kita ini kuat, tetapi kita bisa selemah dan sekerdil ini? Seakan2 pengetahuan dan kemampuan kita tidak bisa untuk mengatasi permasalahan itu semua.
Benar kata bapak, tidak ada harganya Prof. Dr. di bidang ekonomi dan ahli ahli ekonomi, ketika mereka hanya dijdikan alat untuk mempermudh dn memperlancar jalannya utang luar negeri itu digulirkan.
Seharusny merekalah yang menuntun anak-anak bangsa yang lainnya untuk menuju ke sistem ekonomi kerakyatan kita.
Tetapi bukan berarti hanya merekalah yang bertanggung jawab penuh atas itu. Kita semua bertanggung jawab atas apa yang terjadi di nusantara ini. Maka seharusnya kita berhti hati dengan jebakan utang luar negeri itu.
Pengelolaan sistem ekonomi dan keuangan yang tidak tepat membuat keterpurukan bagi rakyat kita. Fenomena kemiskinan yang menjamur dari sabang sampai merauke, deretan rantai yang begitu panjang dari pengangguran baik dari kaum intelektual sampai kaum buta huruf, dan kampung kampung, desa desa yang sebenarnya kaya akan limpahan kekayaan banyak yang masih tertinggal.
Lalu kenapa berhutang menjadi seolah-olah KEBIJAKAN yang paling tepat dan paling efisien yang dilakukan oleh pemerintah kita?
Ketika alat yang sudah dimanjakan oleh pemerintah itu semakin senang, mereka tentu saja selalu mendorong pemerintah kita untuk selalu dan selalu membuat utang luar negeri, adanya ekspansi modal luar negeri.
Apalagi sikap aneh dan setidaknya konyol ketika dipikir ulang, bahwa pemerintah kita kegirangan ketika mendapatkan hadiah yang berupa komensasi untuk melakukan utang-utang luar negeri LAGI, setelah pemerintah kita mampu menjalnkan program-progam penuntas kemiskinan, yang itu sebenarnya ‘ada udang di balik batu.’
Tidakkah kita sadar bhwa utang2 itu harus kita bayar dengan kekayaan alam kita?
Seharusnya kesalahan yang telah lalu dari pemerintahn sebelumnya menjadi pukulan dan pelajran berharga agar pemerintah yang selanjutnya mampu merubah jalannya ekonomi yang makin kian parah ini.
Tapi bukannya dihentikan atau dirubah sistem ekonomi itu, EH…. Malah lanjutkan!
Seharusnya yang kita bangun adalah sistem ekonomi yang berlandaskan atas kemandirian atau keberdikarian dan atas kebersamaan. Yaitu ekonomi kerakyatan!
Assalamuallaikum wr.wb
Mengapa rencana pertambangan besi harus di tolak??
saya setuju apabila rencana pertambangan itu di tutup karena, jika di setujui lalu pertambangan mulai dilaksanakan itu akan sangat berbahaya bagi warga masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar tempat itu.
bagaimana jika terjadi longsor di sekitar pasir itu??
perusahaan luar harus memikirkan akan hal itu seharusnya.
terima kasih
wassalamuallaikum wr.wb
Assalamualaikum wr.wb…..
Saya ingin berpendapat tentang perkuliahan tanggal,(7/4/10) tentang materi produksi
Saya setuju,dengan penjelasan tentang materi alat-alat produksi bahwasnnya sebelum melakukan produksi kita harus mengetahui alat-alat produksi yang menunjang proses produksi untuk menghasilkan suatu prodak yang efisien dan memiliki nilai guna yang tinggi,dan yang lebih penting adalah prodak-prodak yang di hasilkan itu mampu ikut dalam persaingan ,dalam arti bahwa prodak tersebut mampu merebut harga di pasaran apa lagi sebagaimana kita ketahui mulai awal tahun 2010,perdagangan bebas itu telah dibuka(CAFTA) antara negara afrika khususnya cina dengan asia yang di dalamnya ada indonesia.
Dari gambaran tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa cina saja negara yang merdekanya itu belum lama(34 tahun) dibandingkan indonesia yang sudah lebih dulu merdeka, itu berani melakukan perdagangan bebas untuk memasarkan prodak-prodak yang telah di hasilkan dan mungkin hasil dari prodak itu lebih baik serta lebih efisien dibandingkan prodak-prodak hasil olahan indonesia,karena apabila kita melihat dari kenyataan selama ini masyarakat indonesia banyak mengkonsumsi prodak-prodak luar negeri apalagi dengan di bukanya perdagngan tersebut terutama bagi cina memberikan peluang besar untuk merebut harga di pasaran,karena dibandingkan dengan harga prodak indonesia itu lebih mahal dan jika dilihat mutunya pun kurang terjangkau karena sudah banyak prodak yang dihasilhanitu tidak sesuai prosedur sedangkan prodak cina itu lebih murah dan dari segi mutunya pun terjamin.
Secara manusiawi otomatis seseorang itu berpikir,’’ untuk apa membeli prodak yang harganya mahal,bila ada prodak yang lebih murah dan mutunya walaupun itu hasil prodak luar negeri.’’memang ada pepatah jawa yang mengatakan,’’ono rego ono rupo’’ yang maksudnya kalau harga itu mempengaruhi bentuk dari barang yang kita beli,tapi kita kembalikan lagi dengan kondisi ekonomi indonesia saat ini yang masih di bilang rendah apakah mungkin masyarakat itu akan memaksakan diri untuk membeli prodak yang harganya lebih mahal otomatis,masyarakat itu akan berpikir dua kali untuk hal tersebut.
Maka dari itu, apabila prodak-prodak dalam negeri khususnya prodak hasil Indonesia ingin laku di pasaran maka produsen tersebut harus bisa menerpkan atau menempuh langkah-langkah bagaimana agar prodak yang di hasilkan itu mampu merebut harga di pasaran,khususnya diruang lingkup indonesia itu sendiri mungkin cara yang bisa ditempuh yaitu,dengan menerapkan diskriminasi harga maksudnya harus adnya perbedaan penetapan harga antara didalam negeri dengan luar negeri,dan dengan cara itu harapannya masyarakat indonesia mau menggunakan prodak sendiri karena harga yang bisa dijangkau tersebut,dan memunculkan adanya rasa cinta prodak dalam negeri,dan yang paling penting adanya dukungan secara nyata dari pihak pemerintahan yang mampu mendorong semangat bangsa indonesia agar lebih meningkatkan lagi mutu dari prodak yang dihasilkan dan yang paling penting kita sebagai bangsa indonesia harus memiliki prinsip,’’ bangsa lain saja bisa dengan usia merdekanya lebih muda,apalagi kita bangsa indonesia yang lebih dulu merdeka pasti bisa untuk mewujudkan semua itu…amiinn
Trimmmzzzz
Wassalamualikum…………
Assalamualaikum wr.wb….
Saya ingin berpendapat tentang perkuliahan pada tanggal (6/4/10)tentang struktur,sistem dan masalah ekonomi.Saya setuju dengan penjelasan pak awan bahwasanya ekonomi kerakyatan adalah suatu amanah konstitusi yang harus dijalankan,karena mengapa begitu? Bahwasannya dalam sistem ekonomi kerakyatan itu di ikat oleh beberapa pasal yang mana semua isi dari beberapa pasal sebagian besar bahwa semua kegiatan perekonomian sarta kekayaan alam atau sumberdaya alam itu ditujukkan untuk kemakmuran bangsa indonesia tanpa terkecuali,baik itu dari bidang pendidikan,pekerjaan,penghidupan serta kebebasan berpendapat itu pun menjadi hak bangsa indonesia,namun pada kenyataanya ekonomi yang kita harapkan itu jauh dari harapan selama ini,karena amanah yang telah dipercayakan itu malah di salah gunakan oleh pihak-pihak tertentu yang sangat tidak bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan,serta tidak memperdulikan bagaimana nasib bangsa indonesia yang tiap tahunya itu bertambah.demi hanya untuk menikmati kenikmatan semata ,Seandainya apabila dari pihak pemerintah itu benar-benar mengerti makna sesungguhnya yang terkandung dalam beberapa pasal tersebut secara otomatis sebagian besar dari apa yang di miliki bangsa indonesia(kekayaan sumberdaya alam) itu tidak akan dikuasai oleh pihak asing dan semua itu tidak akan menimbulkan beban yang sangat berat bagi bangsa indonesia karena semua kita ketahui begitu banyak masalah-masalah yang ada untuk sekarang ini mulai dari kemiskinan,pengangguran yang tiap tahunnya bertambah serta korupsi yang semakin meraja lela yang dilakukan khususnya oleh wakil-wakil rakyat yang berkedudukan di MPR ataupun DPR,bagaimana tidak kecewanya apabila bangsa indonesia tahu kepercayaan yang selama ini di berikan itu tidak di jalankan yang ada malah sebaliknya penyimpangan-penyimpangan yang banyak dilakukan.
Maka dari itu dengan adanya beberapa pasal yang mengatur dalam pelaksanaan ekonomi kerakyatan itu mampu di jadikan kontrol dan pedoman dan dapat mewujudkan perokonomian indonesia yang sehat dengan sistem ekonomi kerakyatan tersebut,dan selain itu mampu mengendalikan serta mampu mengelolah apa yang masih kita miliki dari kekayaan SDA sebelum bangsa asing lebih banyak lagi mengambil dari apa yang kita miliki.
Terimakasih
Wassalamualaikum wr.wb
Assalamualaikum…
Di sini saya ingin memberikan pendapat saya tentang adanya investor asing yang masuk ke dalam negri.Dengan adanya perjanjian CAFTA yang telah di setujui oleh pemerintah indonesia maka dengan mudahnya produk luar negeri bebas keluar masuk ke dalam negri, dalam kesempatan ini mereka pun menawarkan produk mereka dengan harga yang mudah terjangkau oleh masyarakat dan dengan kualitas yang tidak kalah saing dengan produk dalam negri ini dengan seperti itu mereka mampu menarik perhatian masyarakat indonesia.Sedangkan di negara kita ini hasil produk dalam negri di jual dengan harga yang cukup segnifikan yang rata-rata kalangan atas lah yang mampu membeli produk dalam negri,dengan banyaknya jumlah garis kemiskinan di dalam negri ini maka mau tidak mau masyrakat yang berasal dari kalangan menengah ke bawah hanya mampu membeli produk luar seperti cina yang harganya lebih murah dan mudah terjangkau,maka dengan begitu para investor dengan mudah menanam modal mereka ke dalam negri.Oleh karena itu mari kita menciptakan produk dalam negri dengan kualitas yang bagus dan dengan harga yang mudah di jangkau oleh masyarakat indonesia pada umumnya,seperti contohnya kita menciptakan suatu karya anak bangsa yang berkualitas baik,dengan harga yang mudah di jangkau oleh masyarakat luas dan mampu berdaya saing dengan produk luar negri,dengan begitu kita dapat mewujudkan ekonomi bangsa yang mandiri,berdaya saing yang kuat dan berkeadilan mewujudkan demokrasi dan otonomi daerah yang sehat,efisien dan efektif.Dengan begitu kita semua mampu mengembalikan arti dari sistem demokrasi ekonomi itu sendiri atau lebih di kenal dengan sisitem ekonomi kerakyatan,Jangan biarkan para investor asing lebih leluasa menguasai sektor publik di indonesia.
Dengan kita mewujudkan kembali perekonomian di indonesia ini yang lebih baik maka kita dapat mengurangi jumlah garis kemiskinan dan pengangguran di indonesia,dengan begitu koperasi di indonesia akan mendapatkan tempat kembali .
Ketika melihat realita yang terjadi antara si miskin dan si kaya…..
Si miskin yang begitu miskinnya, dan si kaya yang begitu kayanya.
Pernahkah kita berpikir dalam benak dan pikiran kita, mengapa mereka miskin dan mengapa mereka kaya?
Adakah yang salah dengan si miskin sehingga dia tetap miskin?
Atau apakah yang sebenarnya telah terjadi?
Menjawab itu semua tentu berbeda-beda. Ada yang menjawab bahwa itu adalah takdir mereka.
Benarkah itu terjadi karena takdir atau karena ada sesuatu yang tidak adil?
Mengatakan adil itu sangat sulit. Seseorang akan mengatakan itu adil ketika dirinya lebih diuntungkan, dan bagi sisi yang dirugikan tentu dia akan mengatakan bahwa itu tidak adil.
Terlepas dari semua itu, kita akan mengupas tentang sangat vitalnya keadilan dalam kehidupan ini, begitu juga keadilan dalam proses produksi.
Apakah kita menganggap suatu itu adil ketika pembagian dilakukan sama besar atau 50%-50%? Sudah adilkah itu?
Mari kita belajar terhadap nasib kaum buruh petani. Mereka just buruh yang bekerja kepada majikan/pemilik tanah saja. Sepintas ketika kita mendengar hasil yang mereka peroleh adalah 50%, kita tentu akan beranggapan bahwa itu adil, tapi hanya sepintas saja. Ketika kita mau mengkaji lebih dalam maka kita salah terhadap anggapan tentang keadilan itu. Sadarkah anda ketika anda menyamakan manusia (buruh petani) dengan tanah? Sungguh tidak adil.
Seharusnya manusia mempunyai tempat yang lebih dari apa yang dinamakan tanah maupun modal dan sebagainya. Buruh petani selain mereka mencurahkan tenaga mereka dari terbitnya sampai terbenamnya sang fajar, mereka membeli segala yang diperlukan dalam proses menanam dan merawatnya, dan mereka pulalah yang harus menanggung resiko ketika gagal panen itu menimpa mereka. Adilkah itu?
Kemiskinan itu terjadi karena kurangnya atau tidak dimilikinya sumber-sumber produksi yang oleh pelaku produksi. Sumber produksi bisa dibedakan menjadi tiga macam yaitu material, intelektual, dan institusional.
Buruh petani yang telah kita bahas diatas, dia tidak memiliki tanah yang merupakan sumber produksi material, pengetahuannya rendah, jadi apa yang dia kerjakan sangatlah keras, tapi yang ia dapatkan sangatlah sedikit, dia juga lemah di sisi institusional yang seharusnya ada untuk membantu keberadaan mereka yang merupakan buruh petani agar tidak diinjak-injak oleh pemilik tanah serta tengkulak.
Selain itu jurang yang menganga antara si miskin dan si kaya seharusnya membuat kita sadar bahwa ada ketidak adilan di bumi Indonesia ini. Apalagi ketika kita mendengar seorang konglomerat yang mengeluarkan …….. M hanya untuk sebuah pesta pernikahan anaknya saja. Sementara di waktu yang sama kita mendengar seorang anak kecil yang menangis karena kelaparan.
Pantaskah tindakan konglomerat itu yang juga merupakan tokoh politik Indonesia?
Bahwa sesungguhnya distribusi sumber-sumber produksi yang merata dapat mempersempit jurang antara si kaya dan si miskin.
Masih seringnya pemerintah Indonesia menggunakan utang luar negri sebagai alternatif mendapatkan dana, menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia belum berniat untuk berdiri di atas kaki sendiri. Merka masih berfikir untuk meggantungkan diri terhadap bangsa lain. Pemerintah mungkin beranggapan dengan utang luar negri dapat mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, namun sampai saat ini belum ada perubahan yang nyata. Lalu apa sebenarnya manfaat utang luar negri itu? Malah sebaliknya kita banyak dirugikan atas utang luar negri tersebut. Karena banyak syarat-syarat untuk memperoleh utang yang menguntungkan pihak asing dan merugikan kita. Belum lagi resiko yang besar, bila pemeintah gagal dalam mengelola utang seperti dahulu yang menjadi salah satu penyebab krisis ekonomi tahun 97-98, yang menjadi malapetaka bagi perekonomian di Indonesia.
Asslm…
Saya sangat sepakat dengan pernyataan bahwa SDA indonesia harus di gunakan sebesar-besarnya oleh oleh negara untuk kesejahteraan rakyatnya (ps 33 UUD 45). namun sampai saat ini mungkin masih banyak orang-orang miskin, pengangguran di mana-mana, hingga kasus-kasus kriminal yang di latar belakangi oleh yang namanya “ekonomi”. sangat ironis sekali hal tersebut terjadi di negara kita ini yang kaya akan potensi SDA, dan SDM nya. oleh karena itu, negara ini harus menjadi negara yang “BERDIKARI” tidak bergantung dengan negara lain agar negara ini tidak terus-terusan “dijajah” oleh bangsa asing. saya berpendapat bahwa untuk membuat negara indonesia menjadi negara yang “BERDIKARI”, haruslah dibangun dengan semangat kebersamaan, nasionalisme yang tinggi, dan kerja keras. bila ketiga hal tersebut mampu dilakukan, bukan tidak mungkin hal tersebut dapat diwujudkan. Amin
saya pandu dari manajemen umby 2009,
Menurut saya ekonomi di Indonesia sudah semestinya merata di setiap daerah di indonesia. Berbeda dengan saat ini yang masih saja terpusat sebagian besar di pulau jawa, maka akan berdampak kepada jumlah penduduk yang membengkak di pulau jawa. Seharusnya kita dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk tidak mencari pekerjaan di ibu kota saja. Hal demikian dapat dilakssanakan dengan memperbesar sektor produksi di daerah2 terpeencil. otomatis pendapatan daerah tertinggal akan semakin besar.
BAGAIMANA JIKA PEMERINTAH KITA MENGALAMI AMNESIA?
Melihat dari gagalnya pemerintah kita menjalankan tugasnya untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Salah satunya adalah ketidakberhasilan negara tercinta ini dalam mengelola migas untuk mensejahterakan rakyatnya.
Kita sering mendengar kata-kata amnesia, yang sebenarnya merupakan gangguan ingatan yang diderita oleh seseorang. Jika pemerintah yang menderita itu lalu bagaimanakah?
Inilah arti tentang AMNESIA PEMERINTAH yang dapat saya petik jjuga dari seorang yang ingin menegakkan sistem ekonomi bangsa ini berdasar konstitusi dan Islam, yaitu hilangnya daya ingat pemerintah akan fungsinya sebagai pemelihara dan pengatur urusan rakyat yang disebabkan oleh kerusakan SISTEMIK seperti rusaknya Sistem Ekonomi Kapitalis yang diterapkan pemerintah dan faktor PSIKOLOGIS seperti ketakutan pemerintah bila melakukan kebijakan yang tidak pro pasar.
Tidak bisa dipungkiri dan semua pasti setuju bahwa fungsi negara adalah untuk melindungi, memberikan pelayanan dan mensejahterakan rakyatnya.
Tapi ketika kenyataannya adalah berkebalikan, lalu apakah yang dapat disimpulkan?
Kenyataan yang memberikan gambaran bahwa fenomena kemiskinan dan pengangguran yang tidak bisa diatasi oleh pemerintah kita, malah kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan menambah sengsara nasib rakyat di Indonesia ini. Pengurangan bahkan penghapusan subsidi yang dengan berbagai alasan-alasan manis untuk menuju kebaikan bangsa, seperti sudsidi dihapuskan agar rakyat tidak menjadi manja, mengurangi beban kekuangan negara, dan juga agar Indonesia mampu kompetitif di kancah pasar dunia. Menaikkan harga barang-barang pokok dan public utilities, rakyat menengah ke bawah saja sulitnya minta ampun untuk membeli dan mencukupi kebutuhan primer mereka, apalagi untuk mau neko-neko memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier mereka. Sangat berbeda bukan dengan para konglomerat kita, yang hidup bergelimpangan dan berfoya-foya tanpa mau peduli dengan saudara se bangsa dan se tanah air dengan mereka. Apalagi ditambah dengan peningkatan penerimaan di sektor pajak yangkian menambah berat beban rakyat. Dan tidak ketinggalan pemerintah kita melakukan penjualan aset-aset negara dengan jalan privatisasi BUMN dan segala kekayaan alam yang terkandung di bumi pertiwi ini, yang semakin memojokkan nasib kaum miskin dan rakyat Indonesia seutuhnya. Dan kebijakan-kebijakan yang menjadi masalah itu ditambah dengan menggunungnya kasus-kasu korupsi yang sangat memalukan sekali adalah mereka-mereka yang duduk dan dipercaya untuk menjadi bagian pemimpin di negeri ini.
We can see, pengurangan subsidi hingga nol, baik di BBM, pupuk maupun listrik. Seperti yang kita tahu bahwa itu semua sangat penting dan vital untuk kelangsungan hidup rakyat. Penyerahan pelayanan publik kepada swasta dan asing. Seperti pengolahan air PDAM, pembangkit listrik, telekomunikasi, pelabuhan laut dan udara. Inikah bukti tanggung jawab pemerintah kita atas kinerjanya? Sukseskah mereka? Privatisasi BUMN,di tahun 2008 pemerintah memprivatisasi 44 BUMN. Dan sadarkah rakyat Indonesia,bahwa pemerintah kita semakin rajin mengobral aset-aset negara kita. Mengejutkan sekali bahwa target pemerintah pada tahun 2015 hanya memiliki 25 BUMN saja, inikah yang disebut prestasi yang telah mereka capai? Semakin mensejahterakan rakyatnya ataukah sebaliknya, menyengsarakan rakyatnya? Penyerahan SDA kepada swasta dan asing tentu saja sulit untuk diusik oleh rakyat, ini semua karena adanya UU Migas 2001 dan UU Penanaman Modal 2007 yang melindungi raksasa jahat ini terus menggerogoti kekayaan alam Indonesia. Akibat dari pemerintah yang amnesia maka rakyat kita semakin menderita dan investor dan konglomerat semakin berpesta pora. Untuk mengatasi amnesia pemerintah maka ganti sistem perekonomian kapitalis neoliberal menjadi perekonomian kerakyatan yang berlandaskan Islam.
selamat siang pak.
saya hanya ingin bertanya.
1. apakah menurut bapak bunga bank itu haram?
mohon penjelasan pak.
kiranya cuma itu pak. kirim ke e-mail saya.
nuwun………….
Perberdayaan intelektual, institusional serta material
Assalamuallaikum wr. Wb
Tentang Pembangunan desa yang belum dilakukan secara optimal serta pembangun yang cenderung ke kota pada dasarnya bukanlah hanya cenderung kekota melainkan pemerintah daerah itu kurang sigap terhadap pembangunan daerah contohnya desa. Pada dasarnya dana yang telah diturunkan oleh kota malah diperlambat oleh pemerintah daerah .Kenapa mesti kita harus diatur dengan hukum??padahal yang merubah ekonomi masyarakat Kmbli pada masyarakatnya itu sndiri tanpa ada hukum masyarakat berfikir sendiri apa yang seharusnya mereka lakukan dari pada di buat rukun tidak diabaikan masyarakat.
Pada dasarnya intelektual kembali pada individu, bagaimana menanggapi fenonema ekonomi masyarakat? karena apabila kita menuntun individu itu berfikir secara intelektual itu malah tidak mendapat hasil yang maksimal karena bukan dari ini sendiri. Memag benar dikota jogyakarta kemajuan kotanya memunculkan varias-variasi yaitu pada sektor informal.
Selanjutnya jogyakarta juga kota yang mementingkan kepada perdagangan jasa pariwasata dan pendidikan. Problem yang dialami oleh tidak adanya kapital!! memang betul tidak ada hubungannya, saling silang.
asaalamualaikum pak awan
saya mau tanya , apakah kuliah itu bisa menjamin pekerjaan. sedangkan banyak penggaguran diindonesia sebagiaan besar sarjana ,!!!
terimakasih pax
terima kasih sebelumnya…..
disini saya tidak akan banyak berkomentar, saya hanya akan menanyakan kapada bapak, apakah nagara indonesia kita tercinta ini selamanya akan banyak terjadi korupsi dimana-mana?
jika mengingat saat ini korupsi tidak hanya terjadi dikalangan para pejabat saja, tetapi seperti sudah mendarah daging disetiap lapisan masyrakat.
itu saja pertanyaan dari saya pak, terima kasih atas perhatianya.
assalaamu’alaikum wr.wb
Kemarin pas hari kliwon ( maaf, lupa tanggal nya ) saya dan temen2 saya jalan-jalan di pasar bantul. Kebetulan setiap hari-hari kliwon banyak pedagang2 yang berjualan, berbeda dengan hari-hari seperti biasanya ( pon, wage, pahing ). Ada salah satu pedagang ( kalau gak salah dari Irian atau papua, karena sulit di bedakan..
sedang menawarkan produk yang berasal dari alam ( memanfaat kan natural resourches ) yang berasal dari Buah Merah, sarang semut, minyak kalajengking, dsb ( ada banyak, yang lain saya lupa ). Dilihat oleh pengunjung yang penasaran. Bukti kongkret nya, Ada anak kecil yang secara fisik bertubuh kecil dan jelas nggak mampu mengangkat orang dewasa berbadan gemuk. Tapi setelah di olesi minyak dari penjual papua itu… mampu mengangkat tubuh itu. Orang sekitar terkagum-kagum melihat nya.
Kemudian penjual dari papua itu berkata ” Indonesai itu kaya akan sumber alam, Tuhan yang telah memberikan sumber ini. Tetapi saya heran dengan orang indonesia, mengapa manusia nggak mau memanfaatkan nya. Malahan suka menggunakan obat2 generik, sering ke dokter. padahal alam melimpah ruah. tidak memboroskan uang banyak. Mengapa pemerintah tak peduli dengan kehebatn orang2 papua??? ”
Melihat kejadian itu, terbayang di benak saya… Seandainya pemerintah care dengan orang-orang papua, pasti Indonesia akan berpikir ulang dengan kerjasama yang melibatkan pihak asing terkait pemanfaatan Sumber alam yang melimpah ruah. Karena orang-orang papua itu punya fisik yang kuat, tidak mudah putus asa. Dan mampu menggunakan sumber-sumber alam itu.
Pemerintah harus segera memperhatikan indonesia wilayah paling timur…. Karena di situ lah tersimpan SDM yang luar biasa, yang pintar memanfaatkan sumber daya alam..
Matur Nuwun. Assalaamu’alaikum Wr.Wb
assalamualaikum wr wb
terimakasih sebelumnya
saya mau tanya ., sekarang kan banyak berita – berita di tv , tentang ” MARKUS ”
pajak , apa itu ga mempengaruhi masyarakat , untuk membayar pajak , mereka berfikir buat apa bayar pajak sedangkan uangnya di koropsi oleh- pejabat pajak ,
bagaimana pemerintah bisa menyikapi maslah ini , dengan adanya dibuat SATGAS apa menjamin bisa membongkar masalah ini ,
terimasih pak
selamat siang pak…..
langsung saja saya mahasiswa mercu buana angkatan 2008 ( ekonomi manajemen)
saya ingin menyanyakan kepada bapak mengapa bunga BANK di hram ? apa penyebabnya
setahu saya bunga BANK bisa di katakan haram karena adanya suatu alasan yang mendukung. contohnya :
1 PErlipatan ganda
maksudnya bunga bank di katakan riba setelah lipat ganda dan memberatkan sedangkan bila kecil di benarkan dan wajar – wajar saja.
2. Yang haram yang melakuan riba bukan hukum
maksudnya, bank adalah sebuah badan hukum atau induvidu, karena bukan induvidu maka bank tidak mendapat beban
3. yang haram adalah konsumtif????
maksunya apa pak???
tolong pertanyaan saya di jawab lewat email saja
trima kasih
saya setuju dengan usul yang bapak berikan…
sebab jika dari pihak universitas mengembangkan materi menyangkut ekonomi kerakyatan,maka akan ada peluang dari mahasiswa unutk mengembangkan dan menerpakan ekonomi kerakyatan demi membangun negara ini dan menyukseskan kehidupan masyarakat yang lebih layak sesuai dengan materi yang diberikan(meliputi pemikiran,konsep dan praktek ekonomi kerakyatan)
jika penerapan itu benar2 sukses,..maka negara kita tidak lagi sektor2 dari luar negeri…
terimakasih…
Asslsmua’alaikum wr.wb..
Saya ingin berpendapat /berkomentar tentang seminar,(12/04/10)
Saya setuju,dengan pendapat serta komentar tentang PTdes dari beberapa tamu undangan yang berkenan hadir pada seminar tersebut.Yang mana sebagian besar dari tamu undangan itu,setuju dengan adanya rencana pendirian PTdes,walaupun pendirian PTdes itu masih berupa gagasan yang belum di implementasikan,tapi hal tersebut begitu menarik apabila PTdes itu benar-benar terwujud,dan selain itu apabila PTdes itu berkeinginan bisa berjalan dengan lancar,maka secara otomatis itu perlu adanya sosialisasi khususnya dalam merekrut anggota dalam PTdes nantinya,dan satu lagi,komentar yang saya sangat setuju yaitu adanya penempatan mahasiswa yang sedang melakukan KKN di PTdes tersebut karena apa ??hal ini bisa dijadikan salah satu penunjang adanya suatu yang benar-benar di wujudkan dalam dunia yang nyata,tapi menurut saya mungkin bukan hal itu saja yang bisa menunjang kelancaran sosialisasi PTdes,yaitu dengan mengadakan pertemuan rutin disini yang di maksud pertemuan ini bahwa,dari pihak sekra khususnya itu melakukan negosiasi terlebih dahulu dengan salah satu pejabat tertinggi di desa(kepala desa berserta prangkat-prangkatnya) di salah satu desa yang akan menjadi sasaran nantiya.Maka sosialisasi selanjutnya itu di lakukan oleh kepala desa beserta perangkatnya yaitu dengan cara melakukan pertemuan-pertemuan dengan masyarakat desa sekitar,tapi pertemuan tersebut,harus bisa diatur atau harus bisa digilir ,karena kita semua tahu walaupun ada satu nama desa tapi desa itu terdiri dari beberapa RT/RW mengapa hal ini di lakukan secara bergiliran?sebagaimana kita ketahui apabila masyarakat satu desa itu dijadikan satu yang terdiri dari RT/RW tersebut otomatis masyarakat itu akan ada yang memperhatikan dan mungkin juga ada yang tidak memperhatikan,maka dari itu lebih baik pertemuan itu di lakukan dalam ruang lingkunp kecil terlebih dahulu ,maka harapannya dengan hal ini masyarakat akan lebih terfokus dengan apa yang sedang di sampaikan tentang PTdes .
Menanggapi hal kedua,seperti apa sih karakteristik desa ,yang nantinya akan menjadi sasaran implementasi PTdes yang pertama,kemarin di sampaikan yaitu adanya problem kemauan masyarakat yang besar yang mana masyarakat tersebut memiliki kemampuan kuat yang untuk berubah menjadi lebih baik dan dalam hal ini saya ingin menambahkan komentar saya tetang karakteristik desa ,di sini saya sebutkan itu dengan melihat suatu potensi apa yang ada di desa tersebut atau sebagian besar penghasilan yang dihasilkan,karena dengan kita mengetahui hal tersebut otomatis kita telah memiliki orientasi kedepannya apa sih yang harus di kembangkan yang lebih dari PTdes itu.
Namun dalam pendirian PTdes itu tentu banyak masalah ,terutama masih banyak beranggapan untuk apa sekolah sampai keperguruan tinggi kalau nantinya juga belum tentu bisa langsung kerja ,selain itu dalam segi keuangan banyak masyarakat yang mungkin hanya memiliki uang yang pas-pasan saja,dan itu pun belum tentu masyarakat dapatkan apalagi sebagaimana kita ketahui keadaan ekonomi masyarakt untuk sekarang ini.
Maka dari itu sekra harus bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwasannya PTdes itu berbeda dengan PT yang berada di kota-kota yang cendrung kepada segi pembiayaan kuliah yang begitu besar.
Wassalmualaikum wr.wb
Assalamualaikum. . .
Saya ingin mengomentari “Pemberdayaan Intelektual, Institusional serta Material”
Profesi pekerjaan disektor informal banyak yang dapat kita jumpai, misalnya: Pengamen, penjual koran, penjual rokok, tukang parkir. Banyak orang menilai pekerjaan itu dengan sebelah mata atau meremehkannya. Akan tetapi profesi itu harus dihargai juga. Banyaknya pekerjaan informal itu bisa karena tidak ada pilihaan pekerjaan, kesenagaan atau hobi, bisa juga karena keaadan ekonomi yang harus mewajibkan pekerjaan itu dilakoni juga.
Mungkin dengan memberi ketrampilan berwirausaha pekerjaan informal tersebut bukan menjadi pilihaan utama untuk memenuhi kebutuhaan. Karena dengan kita mempunyai ketrampilan kita juga secara tidak langsung bisa membuka lapangaan pekerjaan atau merekrut tenaga kerja bagi orang sekitar lingkungaan kita. Jadi kita sebagai manusia tidak hanya butuh cerdas saja akan tetapi juga harus memiliki bekal ketrampilaan.
Wassalamualaikum. . .
Assalamualaikum. . .
Saya ingin mengomentari tentang pendapat pada kegiatan diPustek UGM tanggal 12 April 2010
Bahwa barang – barang limbah berupa sampah plastik bisa didaur ulang atau dimanfaatkan. Kebanyakan warga kurang menyadari hal itu. Kebiasaan warga sampah – sampah tersebut hanya dibakar saja. Padahal barang – barang limbah berupa plastik seperti bungkus sabun cuci 1kg, bungkus kopi bisa dijadikan tas,jas hujan,dll. Tas belanja dari daur ulang limbah plastik bisa dipakai berulang – ulang sehingga kita juga berpartisipasi dalam global worming.
Wassalamualaikum. . .
Assalamualaikum. . .
Saya ingin mengomentari tentang “ 85,4% Ladang Migas Dikuasai Asing”
Mungkin semuanya sepakat kalau perekonomiaan tahun 2010 diharapkan lebih baik dari pada tahun sebelumnya. Akan tetapi 85,4% ladang migas dikuasai asing padahal perguruan tinggi sudah banyak yang melahirkan sarjana – sarjana terdidik, terlatih serta menguasai IPTEK. Akan tetapi kenapa bangsa Indonesia sampai saat ini masih mempunyai masalah ekonomi antara lain ladang migas dikuasai asing, kemiskinan, gizi buruk, pengangguran. Untuk menghadapi masalah itu kita harus merebut apa yang menjadi hak kita supaya masalah ekonomi diindonesia semakin membaik. Kita harus memaksimalkan SDA dan SDM yang ada serta mempertahankannya.
Wassalamualikum. . .
Assalamualaikum. . .
Saya ingin mengomentari “ PT diimbau ajarkan ekonomi kerakyatan”
Saya senang akan PT diimbau ajarkan ekonomi kerakyatan. Karena ekonomi kerakyatan diindonesia belum sesuai dengan amanat dan realitas yang ada. Serta para pemerhati ekonomi belum menaruh perhatian serius bagaimana ide – ide yang ada bisa dipraktek dalam kehidupan sehari – hari. Dengan adanya hal itu kita bisa belajar sambil kita membangun perekonomi bangsa kita agar lebih baik
Wassalamualaikum. . .

Silakan memberikan tanggapan…terima kasih